Jangan Dibiarkan Terbengkalai, Legislator ini Ajak Masyarakat Bercocok Tanam Di Lahan Tidur

 Jangan Dibiarkan Terbengkalai, Legislator ini Ajak Masyarakat Bercocok Tanam Di Lahan Tidur

FOTO : Anggota Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Heri Purwanto.

Kaltengnews.co.id – PALANGKA RAYA – Ada baiknya lahan tidur atau lahan kosong yang selama ini tidak tergarap agar bisa dimanfaatkan sebagai tempat untuk bercocok tanam. Terlebih-lebih, pandemi Covid-19 sampai sekarang ini masih mewabah.

Hal tersebut diutarakan oleh Anggota Komisi B DPRD Kota Palangka Raya,  Heri Purwanto mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan tidur atau lahan kosong yang selama ini tidak tergarap agar bisa dimanfaatkan sebagai wadah bercocok tanam, Senin (10/01/2022).

“Pemanfaatan lahan tidur atau lahan yang sudah lama tidak tergarap, menjadi tempat untuk bercocok tanam memang memiliki maksud dan tujuan yang baik, utamanya dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan keluarga,” ucap Heri.

Lanjut Politisi Partai Hanura ini juga mengatakan bahwa sangat penting agar menjaga ketersediaan bahan pangan alternatif, setidaknya untuk keluarga sendiri.

“Lahan tidur bisa dimanfaatkan untuk bertani maupun bercocok tanam sayur mayur. Sehingga warga tidak perlu khawatir akan kelangkaan bahan pangan, dari pada lahan kosong tersebut sama sekali tidak dimanfaatkan,” ungkapnya.

Lebih dalam, dirinya juga menuturkan bahwa banyak manfaat yang akan  didapat, apabila masyarakat bisa memanfaatkan dan mengolah lahan tidur, ataupun sisa pekarangan rumah untuk kegiatan yang lebih produktif.

Setidaknya tanaman yang dihasilkan dari lahan dan pekarangan rumah dapat dimanfaatkan sendiri, serta bisa menghasilkan uang yang membantu mengisi kebutuhan dapur para ibu rumah tangga.

“Misalnya, bisa dijual kalau panen tanamannya. Selama ini banyak lahan tidur yang tidak dimanfaatkan. Akan sangat disayangkan jika itu mubazir. Mari dari sekarang kita bercocok tanam untuk keperluan kita di tengah pandemi Covid-19 seperti ini,” imbuhnya.

Heri juga menambahkan terlebih dengan kerap naiknya harga sejumlah bahan pokok di pasaran akibat sejumlah faktor seperti pasokan dari Kota Banjarmasin yang sempat terganggu akibat bencana banjir yang melanda wilayah tersebut.

Di sisi lain, tingginya curah hujan di Kota Cantik juga turut mempengaruhi panennya tanaman sayur-sayuran serta komoditas tanaman lombok milik para petani.

Begitupun harga bahan pangan tersebut akan terus mengalami kenaikan, meski kenaikan harganya terbilang cukup normatif dan masih dalam batas kewajaran saja.

“Sebab kalau terus keadaannya seperti ini, tentunya kasian masyarakat kita. Hal ini tentunya juga harus ada peran serta pemkot setempat agar persoalan yang dihadapi segera terselesaikan.” tandasnya. (DoN/YS)

TONTON JUGA BERITA VISUAL LAINNYA di 

KALTENGNEWS TV 

Yundhy Satrya ^ Kaltengnews.co.id

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *