FOTO : Kabid Keamanan Kemenkumham Provinsi Kalteng, Edi Cahyono didampingi Kalapas Narkotika Kelas IIA Kasongan, Ahmad Hardy saat meninjau pelaksanaan tes urine warga binaan Lapas, pada Rabu 10 November 2021.
KALTENGNEWS.co.id – KASONGAN – Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM ( Kemenkumham) Kalimantan Tengah (Kalteng) berkerjasama dengan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Kasongan melaksanakan tes urin para petugas dan warga binaan Lapas, pada Rabu 10 November 2021.
Tes urine bagi petugas dan warga binaan tersebut dipimpin Kepala Bidang (Kabid) Keamanan Kemenkuhmham Provinsi Kalteng, Edi Cahyono, didampingi Kepala Lembaga Permasyarakat (Kalapas) Narkotika Kelas IIA Kasongan, Ahmad Hardy beserta jajarannya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Keamanan Kemenkumham Provinsi Kalteng, Edi Cahyono mengatakan bahwa dalam hal ini dari divisi permasyarakatan kantor wilayah Kemenkumham dalam melaksanakan kerja target khususnya di B12 yakni melakukan evaluasi.
“Karena, kami sebelumnya telah melakukan tes urin dan penggeledahan di seluruh Lapas di Kalteng. Namun hari ini kami mulai bergerak untuk B12 untuk mengetahui sejauh mana kepala unit pelaksana tugas kepada seluruh jajarannya untuk komitmen melaksanakan dibimbingnya dengan benar atau belum. Maka dengan inilah kami kerjasama dengan Kalapas karena ini dirahasiakan. Artinya ini kita ingin tau sejauh mana komitmennya para bawahan kalapas ini bisa sejalan Kalapas,” jelas Kabid Keamanan Kemenkumham Provinsi Kalteng, Edi Cahyono, kepada Kaltengnews.co.id, Rabu 10 November 2021.
Kemudian, jika nantinya ada petugas yang terbukti positif narkoba. Maka akan berpengaruh terhadap warga binaan, sehingga jangan sampai warga binaan juga terimbas atau sebagai pemasok barang. Dari semua itu harus betul-betul melaksanakan tugas dengan baik dan benar dengan perang terhadap narkoba.
“Hari ini, kami ada dua tim yang bergerak. Pertama di pimpin oleh Kepala Divisi Lembaga Kemasyarakatan pak Yudi Suseno yaitu di kota Buntok, Muara Teweh dan Tamiyang Layang. Sedangkan kami di Tim kedua berada di Kota Kasongan, Sampit, Pangkalan Bun dan Sukamara. Dan didalam kota sudah dilaksanakan pada minggu sebelumnya. Dari hasil itu ada terindikasi terhadap petugas, namun dilakukan tes ulang ternyata yang bersangkutan hanya ada mengkonsumsi obat-obatan yang istilahnya memang ada mengandung jenis penenang namun bukan narkoba. Kemudian sudah di klarifikasi oleh Kalapas,” ungkapnya.
Kemudian yang kedua ditemukan juga hal yang sama, kepada satu orang narapidana yang positif. Namun hasilnya sama, bahwa yang bersangkutan ada mengidam penyakit dan dokter menyatakan betul bahwa obat tersebut mengandung avitamin jadi bukan mengkonsumsi narkoba. Namun itu memang pengaruh dari obat dan bukan narkoba.
Sementara itu Kepala Lembaga Permasyarakatan (Kalapas) Narkotika Kelas IIA Kasongan, Ahmad Hardy, mengatakan giat yang dilaksanakan tersebut merupakan bentuk keseriusan Lapas Narkotika Kelas IIA Kasongan dalam menuntas habis peredaran gelap narkoba. Sehingga, pihkanya ingin tau dan selalu mendeteksi agar jangan sampai petugas khususnya terlibat dalam hal-hal yang berkaitan dengan narkoba.
“Selain tes urin, kita juga melakukan razia bersama Kemenkumham Kalteng melakukan razia terhadap petugas dan warga binaan. Sampai saat ini penghuni di Lapas narkotika Lapas IIA Kasongan sebanyak 584 orang. Kemudian, setelah keluar dari masa tahanan, diharapkan semuanya tidak lagi mengunakan atau melakukan hal-hal hang berkaitan dengan yang namannya narkoba,” jelas Ahmad Hardy.
Bahkan jika dari hasil tes urin ini ada yang terbukti positif narkoba. Kalapas Narkotika Kelas IIA Kasongan Ahmad Hardy, menegaskan siapa pun warga binaan atau petugas terbukti terlibat tentunya akan ada sangsi yang tegas.
“Jika terbukti pasti kita tindak, karena ini adalah suatu kebijakan yang sudah tidak terbantahkan lagi dan sangat populer dari Menteri kami. Dan bagi petugas khususnya tidak ada cerita lain, jika ada yang positif narkoba. Maka, sangat jelas ada langkah kongrit yang tegas serta berakibat kepada kepegawaiannya,” pungkasnya. (Rul/aga)