FOTO: Seminar Nasional Program Pascasarjana UPR Tahun 2021, mengusung tema ‘Memperkuat Stabilitas Ipoleksosbudhankam, Hukum dan Kesejahteraan Umum Guna Terciptanya Stabilitas Keamanan Nasional’ yang dilaksanakan secara virtual Zoom Meeting, Sabtu (23/10/2021) pagi.

Seminar Nasional Program Pascasarjana UPR Bahas Ipoleksosbudhankam Ciptakan Stabilitas Keamanan Nasional

Sementara itu, pada kegiatan yang sama, selaku pemateri kedua Kolonel Cpl. (Purn) Dr. Ir. H. Zainal Abidin Sahabuddin, MM, CIQaR, CIQnR menyampaikan Food Estate dalam Perspektif Ketahanan Negara.

FOTO : Pemateri Ke-2, Kolonel Cpl. (Purn) Dr. Ir. H. Zainal Abidin Sahabuddin, MM, CIQaR, CIQnR yang juga selaku Dosen Fakultas Manajemen Pertahanan UNHAN RI.

Lanjut Dosen Fakultas Manajemen Pertahanan UNHAN RI ini menjelaskan bahwa Ketahanan Pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan, bagi negara sampai perseorangan yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik itu dari jumlah, mutu, aman, beragam, bergizi, merata dan terjangkau.

Serta, tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat untuk hidup sehat, aktif dan produktif secara berkelanjutan. Hal tersebut, sebagaimana amanah dari UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

“Ketahanan pangan dapat terwujud, jika tercapai kedaulatan pangan atau Food Saveregnity, dengan kedaulatan pangan atau Food Resilience, serta keamanan pangan atau Food Safety,” ungkapnya.

Lebih dalam, Kolonel Cpl. (Purn) Dr. Ir. H. Zainal Abidin menerangkan Pertahanan Negara merupakan studi tentang cara, makna, bagaimana dan mengapa terkait militer dan kepentingan politik negara.

Perhatian Ilmu Pertahanan tidak hanya membahas ilmu dan seni perang saja pada saat terjadi perang, namun juga mempelajari bagaimana mengelola sumber daya dan kekuatan nasional guna menghadapi ancaman.

“Dimana, bidang yang secara khusus membahas pengelolaan sumber daya tersebut adalah ilmu ekonomi pertahanan. Ekonomi pertahanan menerapkan ilmu ekonomi pada masalah pertahanan negara. Yang mana tujuan studi ekonomi pertahanan adalah tercapainya kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat dan keamanan nasional. Mengelola pangan sebagai salah satu sumber logistik adalah bagian dari pertahanan negara di masa damai,” jelasnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa Pembangunan Bidang Pangan Tahun 2021, memiliki maksud dan tujuan untuk pengentasan daerah rentan rawan pangan dan stunting, penguatan pasokan distribusi dan cadangan pangan, pengembangan diversifikasi dan industri pangan lokal, serta keamanan dan mutu pangan sega.

Untuk mewujudkan ketahanan pangan, maka pemerintah mencanangkan program atau proyek strategis nasional di bidang pangan, yakni Program Food Estate.

Food Estate merupakan istilah popular dari kegiatan usaha, budidaya tanaman skala luas (>25 ha) dilakukan dengan konsep pertanian sebagai sistem industrial yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), modal serta organisasi dan manajemen modern.

Tujuannya, membangun kawasan hortikultura terpadu dan berdaya saing, ramah lingkungan dan modern serta mendorong terbentuknya kelembagaan petani berbasis korporasi, serta mendorong sinergitas dengan stakeholders dalam pembangunan Food Estate berbasis hortikultura.

“Menjadi kunci sukses pengembangan Food Estate, yakni rencana terpadu dan sinergi lintas sektoral, menyesuaikan dengan kondisi lahan, penggunaan teknologi pertanian, petani profesional, perbaikan rantai pasokan, serta pembangunan infrastruktur pendukung,” katanya lagi.

Dirinya juga menekankan pemilihan eks PLG yang pernah bermasalah merupakan tantangan terbesar bagi pemerintah. Diperlukan R & D agar ditemukan solusi dari permasalahan yang telah ada sebelumnya. Dibutuhkan sosok yang memiliki leadership yang kuat serta peranan akademisi agar menciptakan tata kelola yang baik.

Hal penting lainnya, Pemerintah bekerjasama dengan perguruan tinggi setempat, dalam upaya pengembangan teknologi maupun dalam memberdayakan masyarakat lokal, dengan prinsip bekerja sambil belajar, sehingga memenuhi kualifikasi untuk terlibat dalam program.

Serta memperoleh investasi, dimana pemerintah dapat bekerjasama dengan pihak swasta, kementerian terkait dan masyarakat dengan membentuk local partnership dan koorporasi petani yang sejalan dengan reforma agraria.

0 Reviews

Write a Review

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!