KALTENGNEWS.co.id – Sampit – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kotawaringin Timur mendata ada sekitar 500 guru yang turut menjadi korban banjir. Selaku organisasi yang menaungi para guru PGRI pun peduli terhadap musibah yang dirasakan para guru.
“Selain masyarakat, banyak juga teman-teman seprofesi kami yang saat ini sedang dilanda kesusahan. Makanya kami menggalang aksi ini salah satu tujuannya yakni mengurangi beban mereka selama kondisi masih banjir,” ujar Ketua PGRI Kotim, Suparmadi, Jumat 10 September 2021.
Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur ini berharap para guru di wilayah yang terdampak banjir agar tetap bersabar. Pihaknya turut merasakan penderitaan yang saat ini dialami oleh para guru.
“Kami memahami dan kami berempati atas musibah ini. Kami juga bisa membayangkan bagaimana rasanya tidak bisa beraktivitas seperti biasa, tidak bisa melaksanakan pembelajaran, dan tidak bisa bertemu dengan peserta didik,” katanya.
Pembelajaran tatap muka terbatas yang dilaksanakan di sejumlah sekolah di Kotim saat ini tentu tak bisa dilaksanakan di wilayah banjir. Sebab itu dia mendoakan agar banjir segera berlalu, sehingga dapat memulai pembelajaran tatap muka terbatas.
PGRI Kotim menggalang bantuan bagi masyarakat yang terdampak banjir. Ada 600 paket sembako telah disalurkan guna membantu masyarakat, termasuk para guru.
“Kami bersyukur antusiasme para guru, sekolah, organisasi, instansi, lembaga pendidikan, dan dermawan lainnya sangat luar biasa. Semoga ini dapat dimanfaatkan korban banjir, dan menjadi nilai kebaikan bagi para dermawan di akhirat kelak, amin,” pungkasnya. (aga)