Kaltengnews.co.id – PALANGKA RAYA – Adanya keterbatasan jaringan internet dan minimnya tenaga operator di masing-masing sekolah, menjadi suatu kendala bagi lulusan siswa SMA/SMK di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk bisa mengakses penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia, khususnya melalui jalur undangan.
Hal ini, sebagaimana disampaikan oleh Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr. Andrie Elia, SE., M.Si yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. Salampak Dohong, MS, saat menghadiri pertemuan bersama Tim Pansus DPRD Kalteng untuk penyusunan Raperda RPJMD Tahun 2021-2026, di ruang rapat gabungan DPRD Kalteng, Senin (27/9/2021).
Pada pertemuan tersebut, Prof. Salampak menyampaikan bahwa potensi dan kualitas lulusan siswa SMA/SMK di wilayah Kalimantan Tengah untuk diterima menjadi mahasiswa baru di PTN yang ada di wilayah Indonesia.
“Sebenarnya kualitas lulusan siswa SMA/SMK dari wilayah Kalimantan Tengah, tidak kalah kualitasnya dengan lulusan siswa SMA/SMK dari luar Kalimantan Tengah. Namun, Jalur undangan (SNMPTN) dalam proses penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi, harusnya dimanfaatkan secara optimal oleh siswa-siswi SMA/SMK di wilayah Kalimantan Tengah untuk dapat peluang diundang di perguruan tinggi di seluruh Indonesia.”
“Hanya saja yang menjadi suatu kendala yang kerap disampaikan oleh pihak sekolah yakni adanya keterbatasan dalam proses pendaftaran mengingat jaringan internet dan minimnya tenaga operator yang secara khusus mengurusi hal itu,” ungkapnya.
Selain itu juga harus ada upaya untuk meningkatkan akreditasi sekolah agar kuota yang diundang setiap sekolah akan meningkat seiring dengan peningkatan akreditasi sekolah asal siswa.
Oleh sebab itu, hal ini menjadi suatu masukan atau pokok pikiran yang ingin disampaikan dalam penyusunan Raperda RPJMD Tahun 2021-2026 kedepan, dengan harapan agar persoalan itu bisa mendapatkan solusinya.
Lebih dalam, Dirinya juga berharap agar persoalan itu bisa diatasi bersama, dengan tujuan supaya para lulusan siswa SMA/SMK di wilayah Kalimantan Tengah, juga bisa mendapat kesempatan yang sama untuk bisa masuk PTN di seluruh wilayah Indonesia.
“Sangat ironis, dimana berdasarkan informasi yang didapat bahwa ternyata hampir 50 persen data siswa di sekolah-sekolah di wilayah Kalimantan Tengah, masih belum terdata di Kemendikbud RI,” bebernya.
Sehingga demikian, para lulusan siswa SMA/SMK di wilayah Kalimantan Tengah, sangat sulit untuk mendapatkan undangan untuk mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru PTN di wilayah Indonesia.
Dirinya juga mencontohkan, seperti halnya pada seleksi penerimaan mahasiswa baru di UPR, dimana ternyata peminat yang ingin mendaftar menjadi mahasiswa baru, melalui jalur undangan justru lebih banyak didominasi oleh lulusan siswa SMA/SMK yang berasal dari luar daerah Kalimantan Tengah.
Selain itu, Prof. Salampak juga berharap seraya menyarankan agar kedepan, pemerintah daerah melalui dinas instansi teknis bersama pihak terkait, dapat bersama-sama mengatasi kendala-kendala yang dihadapi oleh sejumlah sekolah.
“Hal ini, semata-mata untuk memberikan kesempatan bagi lulusan siswa SMA/SMK di wilayah Kalimantan Tengah untuk bisa mendaftar ke UPR dan Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia, melalui jalur undangan.” tandasnya. (YS)
TONTON JUGA BERITA VISUAL LAINNYA di