Jasa Angkutan Kasongan – Kereng Pangi Patok Harga Selangit

 Jasa Angkutan Kasongan – Kereng Pangi Patok Harga Selangit

FOTO : Suasana aktifitas bongkar muat masyarakat di sebelah Taman Religi Kota Kasongan untuk pergi menuju Kereng Pangi, mengunakan kelotok.

 

KALTENGNEWS.co.id – KASONGAN – Untuk menghindari kemacetan yang terjadi di Jalan Trans Kalimantan khususnya dari Kota Kasongan ke Kereng pangi ada sejumlah warga menawarkan tumpangan melalui jalur sungai dengan biaya selangit.

Biaya transportasi sungai ini bervariasi, untuk sepeda motor dan pengendaranya dipatok Rp 300 ribu, sedangkan jika penumpangnya saja dikenakan tarif Rp 150 ribu.

Edy warga Pundu, Kabupaten Kotawaringin Timur mengatakan bahwa dirinya rela mengeluarkan uangnya dengan menggunakan jasa transportasi air untuk sampai ke Kota Kasongan.

“Saya dari Desa Pundu pak, ingin ke Buntok. Karena jalan Kereng Pangi-Kasongan tidak bisa dilewati. Makanya berinisiatif mengunakan perahu atau getek mengangkut motor ke Kasongan. Tadi saya bayar Rp 300 untuk sampai ke Kota Kasongan dan singgah di kawasan jalan taman religi,” jelas Edy penguna kendaraan motor roda dua.

Meski terbilang mahal, dirinya rela mengeluarkan uang demi sampai ke Kota Kasongan dan kemudian ingin melanjutkan perjalan ke Kota Buntok. Beruntung dari Kota Kasongan ada tumpangan gratis angkutan mobil pikap dari relawan masjid Al Ghufron Kota Kasongan dengan mengangkut kembali motornya sampai ke depan Kantor Bupati Katingan.

“Saya ucapkan terim kasih kepada relawan masjid Al-Ghufron atas tumpangan gratisnya. Setelah dari Kota Kasongan ini, kembali melanjutkan perjalanan ke kota Buntok. Di sana ada acara keluarga, makanya saya cepat-cepat berangkat,” pungkasnya.

Dari pantauan, Rabu 8 September 2021, aktifitas masyarakat di Kabupaten Katingan saat ini masih lumpuh karena terjadinya musibah bencana alam (banjir). Ada 5 Kecamatan yang parah saat ini, terutama di jantung Kota Kasongan, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan.

Kemudian untuk jalur jalan Trans Kalimantan dari Kota Kasongan – Kereng Pangi/Kota Sampit, Kotawaringin Timur masih terhambat. Sebab, jalan ini masih terendam hampir selutut bahkan pinggang orang dewasa terutama di Km 14 dan 15 Desa Telangkah Kasongan – Kereng Pangi. Itu tidak hanya jalan yang terendam, belum lagi di kawasan permukiman rumah mencapai 1 meter lebih. (rul/aga)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *