FOTO : Nampak sejumlah warga ketika panen ikan saluang dari jaring yang dipasang.
KALTENGNEWS.co.id – KASONGAN – Mulai wilayah hulu hingga sebagian hilir Sungai Katingan mengalami banjir cukup lama. Dibalik musibah ini, sebagian warga memanfaatkan momentumnya untuk berburu berbagai jenis ikan.
Saluang Murik merupakan istilah yang kerap dituturkan warga Dayak Ngaju. Jenis ikan kebanggaan warga Katingan ini sering muncul ketika banjir melanda. Warga lokal biasanya mengunakan alat tangkap ikan seperti haup, tampirai, pasat, rengge atau jala (sebutan dalam bahasa lokal). Selain dijual, sebagian ikan juga dikonsumsi sendiri.
Pada Kamis 2 September 2021, kegiatan musiman ini terlihat di bahu Jalan Tjilik Riwut Km 2 arah Kasongan – Kereng Pangi. Sejumlah warga nampak dengan mudahnya menangkap ikan jenis saluang dan banta. Jaring ikan biasanya menggunakan pasat maupun haup. Alat tangkap ikan ini cukup direndam dalam air. Setiap 5 atau 10 menit diangkat. Begitu seterusnya hingga mengumpulkan banyak ikan.

“Setiap datangnya banjir, menjadi berkah bagi sebagian masyarakat pak. Pasalnya disaat banjir ini banyak panen ikan kecil seperti ikan saluang, banta dan banyak ikan lainnya. Ya Lumayanlah buat di konsumsi untuk keluarga dan di jual untuk membeli beras,” terang Suandi Trismayadi, kepada Kaltengnews.co.id, Kamis 2 September 2021.
Suberdi, salah satu warga yang juga ikut mencari ikan ini mengatakan jika hasil tangkapan yang di panennya cukup banyak akan di jajakan kepada masyarakat dengan harga kurang lebih Rp 40 ribu per kilo untuk jenis seluang dan untuk jenis ikan banta dijual Rp 10 -15 ribu per kilogram.
“Harapan kita besok ikannya makin bertambah banyak, sebab banjir ini sangat membawa berkah bagi kami yang suka mencari Ikan, terutama di aliran sungai ini,” singkat Berdi. (rul/aga)