Kaltengnews.co.id – PALANGKA RAYA – Kalimantan Tengah memiliki khasanah budaya dan kearifan lokal yang sangat banyak. Karena itu, hendaknya kekayaan warisan dari para leluhur tersebut, hendaknya dapat selalu dijaga dan dilestarikan agar tidak menjadi punah. Hal tersebut, diutarakan oleh Sekretaris Komisi III DPRD Kalteng yang membidangi Pendidikan, Kesehatan dan Pariwisata, Kuwu Senilawati.
“Kalimantan Tengah memiliki kearifan lokal dan seni budaya yang cukup banyak, oleh sebab itu saya mendorong seluruh masyarakat Bumi Tambun Bungai, untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal dan seni budaya yang menjadi warisan para leluhur, sehingga tidak menjadi punah oleh arus perkembangan zaman,” ucap Kuwu, Sabtu (19/6/2021).
Lebih lanjut, Wakil Rakyat asal Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng III, meliputi Kabupaten Gunung Mas, Katingan dan Kota Palangka Raya ini berharap masyarakat dapat terus melestarikan dan merawat nilai-nilai kearifan lokal dan seni budaya asli Kalimantan Tengah, sehingga semakin banyak yang mencintainya.
“Selain Pemerintah, keterlibatan dan peran masyarakat menjadi hal yang sangat penting untuk melestarikan dan merawat nilai-nilai kearifan lokal dan seni budaya Kalimantan Tengah. Terlebih, peranan dari kalangan milenial yang notabene adalah generasi muda, agar juga dapat secara aktif menjaga dan mewarisi nilai-nilai kearifan lokal dan seni budaya, sehingga tidak putus ataupun punah,” imbuhnya.
Politisi dari Fraksi Partai Gerindra DPRD Kalteng ini juga mencontohkan salah satu nilai-nilai kearifan lokal dan seni budaya asli Kalimantan Tengah yang perlu dijaga dan dirawat, yakni adalah kesenian Karungut. “Seiring perkembangan jaman dan kemajuan teknologi yakni ‘Karungut’ dan ‘pernak-pernik khas Dayak’. Agar tidak hilang nuansa lokalnya, maka wajib itu bagi kita mempertahankan keberadaannya. Jangan sampai jati diri kita sebagai masyarakat asli Dayak hilang begitu saja,” tegas Kuwu
Seperti halnya Karungut, pernak pernik khas Dayak dan lain sebagainya, Ia juga berharap agar hal tersebut dapat terus di lestarikan dan semakin banyak yang mencintainya. Saat ini lanjut Kuwu, Provinsi Kalteng telah banyak dimasuki oleh budaya luar.
Mirisnya, kehadiran budaya luar tersebut justru sangat mudah diminati oleh kalangan generasi muda, hingga membuat mereka semakin jauh dan lupa akan kearifan lokal dan seni budaya aslinya. “Ini yang harus kita perhatikan, jangan sampai kearifan lokal dan seni budaya yang kita miliki tergeser oleh budaya luar. Kalau bukan kita, lalu siapa lagi.” tandasnya. (YS)
TONTON JUGA BERITA VISUAL LAINNYA di