FOTO: Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr. Andrie Elia, SE., M.Si., saat menjalani Vaksinasi Sinovac tahap pertama. Senin (12/4/2021) pagi.

Unsur Pimpinan dan Pejabat Utama UPR Jalani Vaksinasi Sinovac Tahap Pertama

Kaltengnews.co.id – PALANGKA RAYA – Sebagai salah satu wujud komitmen kalangan civitas akademika Universitas Palangka Raya (UPR) dalam memutus mata rantai sebaran Covid-19 di lingkungan kampus, maka Rektor UPR Dr. Andrie Elia, SE., M.Si., beserta para Wakil Rektor dan sejumlah pejabat utama di lingkungan kampus terbesar di wilayah Kalimantan Tengah ini, melaksanakan kegiatan Vaksinasi Sinovac tahap pertama. Kegiatan dilaksanakan di Aula Rahan, Lantai II Gedung Rektorat, Senin (12/4/2021) pagi.

Disela-sela kegiatan tersebut, ketika dibincangi Kaltengnews.co.id, Rektor UPR Dr. Andrie Elia., SE., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan vaksinasi ini merupakan salah satu bentuk komitmen dari seluruh civitas akademika UPR untuk turut serta memutus mata rantai sebaran Covid-19 di lingkungan kerja, terlebih khususnya di lingkungan UPR.

“Kami sangat mendukung program dari Presiden Republik Indonesia bapak Ir. Joko Widodo (Jokowi) untuk melaksanakan Vaksinasi Sinovac serentak. Salah satu wujud komitmen kami, yakni dengan mengikuti vaksinasi Covid-19 bagi seluruh civitas akademika UPR yang mulai dilaksanakan hari ini,” katanya.

Adapun peserta vaksinasi di lingkungan UPR hari ini, Lanjut Dr. Andrie Elia menyebutkan untuk jumlahnya yang terdiri atas unsur pimpinan, pejabat utama, pegawai di lingkungan UPR yang wajib divaksin ada sekitar 1.500 orang lebih.

Namun, berdasarkan jatah dan jadwal pada hari Selasa 12 April 2021 untuk tahap pertama ini, pihaknya hanya mendapatkan jatah sekitar 128 orang. Dan semoga saja, nanti kuota yang diharapkan dapat dipenuhi oleh pemerintah.

“Berdasarkan informasi, kegiatan Vaksinasi Sinovac tahap kedua akan dilaksanakan pada bulan Mei atau Juni 2021 mendatang. Dan, semoga saja pada kesempatan tersebut, juga dapat mengakomodir sekitar 1.200 orang lebih yang masih belum mendapatkan kesempatan pada tahap pertama ini, bisa mendapatkan kesempatan yang sama pada tahap berikutnya,” ujar Dr. Andrie Elia.

Lebih dalam, Pria yang kerap mengenakan peci motif loreng macan Kalimantan ini mengimbau kepada seluruh civitas akademika UPR, agar tetap disiplin menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) dimana dan kapan saja.

Tidak lupa, Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Tengah ini juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, terlebih khususnya bagi kalangan civitas akademika UPR untuk tetap bisa mematuhi Prokes, dan jangan pernah takut untuk mengikuti Vaksinasi Sinovac. Sebab, selain dapat meningkatkan imunitas tubuh, vaksin juga aman dan halal bagi masyarakat.

Begitupun bagi masyarakat yang sudah menjalani vaksin Covid-19, agar bisa tetap disiplin menjalankan Prokes. Jangan pernah kendor dan selalu patuh terhadap anjuran pemerintah.

FOTO: Ny. Riap Susilawaty (kanan) selaku Ketua Dharma Wanita UPR yang saat itu turut serta mendampingi Rektor UPR Dr. Andrie Elia, SE., M.Si, pada kegiatan vaksinasi Sinovac tahap pertama di lingkungan UPR.

Sementara itu, masih di hari dan tempat yang sama saat mendampingi suami, Ketua Dharma Wanita UPR Ny. Riap Susilawaty menyampaikan hal yang senada.

Menurut Ny. Riap, vaksinasi merupakan hal yang positif, dalam upaya memutus mata rantai sebaran Covid-19 di lingkungan masyarakat.

“Saya mengajak seluruh masyarakat khususnya keluarga besar civitas akademika di lingkungan UPR, agar bisa mengikuti kegiatan vaksinasi Covid-19. Jangan takut untuk menjalani vaksin, karena vaksin adalah hal yang positif, aman dan halal bagi masyarakat. Hal penting lagi adalah kedisiplinan dalam menerapkan Prokes di kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Tampak hadir saat itu, Rektor UPR Dr. Andrie Elia didampingi istri Ny. Riap Susilawaty serta didampingi unsur pimpinan dan sejumlah pejabat utama di lingkungan UPR. (YS)

TONTON JUGA BERITA VISUALNYA di
KALTENGNEWS TV

0 Reviews

Write a Review

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!