FOTO: Kawasan Pertanian Terpadu atau Peat Techno Park (PTP) UPR yang menjadi salah satu tempat pengembangan IPTEK dan Inovasi Gambut, oleh para pakar dan ahli Gambut SDM UPR. (Dok. PTP UPR).

Terima Tantangan Menko Marves, SDM UPR Siap Dukung Kesuksesan Program Food Estate

Kaltengnews.co.id – PALANGKA RAYA – Menanggapi pernyataan yang disampaikan oleh Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Panjaitan dalam sambutannya pada kegiatan peninjauan lokasi Food Estate di Kabupaten Pulang Pisau pada beberapa waktu lalu, terkait perlu adanya keterlibatan Universitas Palangka Raya (UPR) terutama pada penguatan program pendampingan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) guna turut mensukseskan program tersebut.

Selanjutnya, Rektor UPR Dr. Andrie Elia, SE., M.Si melalui Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. Salampak Dohong, MS., menyambut baik dan akan segera menindaklanjuti hal tersebut.

Pada prinsipnya pihak UPR siap mendukung dalam mensukseskan program ketahanan pangan nasional tersebut. Hal ini, sekaligus pula menjadi sebuah tantangan sekaligus suatu kesempatan yang baik bagi seluruh civitas akademika UPR untuk membuktikan diri.

FOTO: Wakil Rektor UPR Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Salampak, MS.

Terlebih, dengan adanya Sumber Daya Manusia (SDM) dimiliki UPR yang terdiri dari sejumlah dosen yang berkompeten di bidang Gambut dan Pertanian, maka pihaknya yakin dapat berkontribusi mensukseskan program strategis nasional yang ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia bapak Ir. Joko Widodo (Jokowi).

“Sejumlah dosen UPR memang memiliki kompetensi di bidang Gambut dan Pertanian. Bahkan adapula yang menjadi pakar Gambut, sehingga kami yakin bisa memberikan dukungan dan kontribusi positif, dalam mensukseskan program Food Estate,” katanya, saat dibincangi Kaltengnews.co.id di ruang kerjanya, Rabu (7/4/2021) siang.

Prof. Salampak juga menyarankan dalam mensukseskan program Food Estate, ada baiknya juga mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal dan pengalaman masyarakat setempat.

Karena, tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat lokal memiliki pemahaman dan pengalaman dalam mengelola lahan yang mungkin saja nilai-nilai kearifan lokal tersebut sudah menjadi warisan turun-temurun.

“Kearifan lokal penting untuk dikedepankan, kemudian ditunjang dengan penggunaan teknologi yang saat ini sudah digunakan. Hal ini dinilai sangat penting untuk dipadu padankan, antara nilai-nilai kearifan lokal dengan hasil pengembangan IPTEK di bidang pertanian, sehingga harapannya hasil pengelolaan lahan food estate akan semakin maksimal,” jelasnya.

Pakar Gambut UPR ini juga menerangkan bahwa sebenarnya lahan gambut memiliki karakteristik tersendiri. Dimana, karakteristik lahan gambut tidak sama dengan lahan mineral seperti umumnya lahan sawah di luar wilayah Kalimantan Tengah.

Lanjutnya menjelaskan untuk lahan gambut di Kalimantan Tengah memang secara sekilas nampak sama. Namun nyatanya, untuk lahan gambut di wilayah Kalimantan Tengah pada setiap daerah akan berbeda-beda, baik itu tingkat ketebalan gambut, kedalaman, lapisan tanah yang berada di bawah gambut.

Kemudian, lapisan pirit, debit air dan kandungan hara didalamnya atau tingkat kesuburannya pun akan berbeda, sehingga diperlukan pemahaman mendalam termasuk memperhatikan nilai-nilai kearifan lokal dan pengalaman yang dimiliki masyarakat dalam pengelolaan suatu lahan di wilayah tersebut.

“Jadi inilah alasan, kenapa sangat penting mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat setempat. Dengan harapan, hasil yang akan diperoleh semakin maksimal,” ungkapnya.

Lebih dalam, Dirinya juga membeberkan khususnya di lokasi Food Estate, diketahui berada di lahan pasang surut. Yang mana, tentunya diperlukan teknik penataan irigasi air sehingga tidak kekeringan dan tidak tergenang atau kebanjiran dalam waktu yang lama ketika musim hujan.

“Sebagai contoh pentingnya pengelolaan air, sehingga di beberapa tempat seperti Riau ada yang menerapkan sistem tanggul. Ketika air mengalami peningkatan, maka dapat dikendalikan dengan sistem tanggul dan begitupula sebaliknya, sehingga debit air dan ketahanan tanaman tetap terjaga,” ujarnya.

Sambung Prof. Salampak yang merupakan jebolan Doktor (S3) alumni IPB tahun 1999 ini kembali menjelaskan melalui Disertasinya terkait peningkatan produktivitas tanaman padi di lahan gambut.

“Dimana budidaya padi sawah di lahan gambut perlu teknologi yang tepat. Selain pengelolaan air, hal penting lainnya yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah paket teknologi pupuk, pengolahan tanah, penggunaan varietas padi yang adaftif, waktu atau jadwal tanam yang tepat, pengendalian hama dan penyakit, serta yang tidak kalah pentingnya adalah teknologi pascapanen,” jelasnya lagi.

Selanjutnya, Pakar Gambut yang berhasil meraih gelar Guru Besar (Profesor, red) pada usia 38 tahun ini menerangkan bahwa budidaya padi sawah di lahan gambut, memerlukan teknologi yang tepat, selain pengelolaan air hal yang perlu diperhatikan ialah paket teknologi pupuk.

Sekedar untuk diketahui pula, saat ini para pakar dan ahli Gambut dan Pertanian UPR tidak hanya sebatas berteori, tapi juga sudah membuktikan keilmuannya, dengan sejumlah penerapan yang dinilai kini sudah berhasil.

Salah satu bukti nyatanya adalah UPR sudah memiliki kawasan pertanian terpadu atau Peat Techno Park (PTP) UPR yang masih berada di dalam lingkungan kampus UPR.

Dimana pada lokasi tersebut, sudah mengembangkan sejumlah komoditas, diantaranya budidaya ternak bebek, itik, ayam dan ikan, serta adapula komoditas pertanian dan perkebunan yang sudah beberapa kali menghasilkan.

Tidak hanya itu, UPR juga memiliki kawasan hutan pendidikan yang menjadi tempat pengembangan ilmu pengetahuan dan pengembangan inovasi gambut.

Bahkan, saat ini juga UPR juga sudah memiliki bangunan Pusat Pengembangan IPTEK dan Inovasi Gambut (PPIIG) 7 lantai, bersumber dari dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Dimana, gedung tersebut kedepannya akan menjadi pusat penelitian dan inovasi gambut dunia.

“Civitas akademika UPR siap mensukseskan program strategis nasional yakni Food Estate.” tandasnya. (YS)

TONTON JUGA BERITA VISUALNYA di 

KALTENGNEWS TV

0 Reviews

Write a Review

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!