Kaltengnews.co.id – PALANGKA RAYA – Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN) di Universitas Palangka Raya (UPR) untuk Gelombang I mulai dilaksanakan mulai tanggal 12 hingga 18 April 2021 mendatang.
Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, UTBK-SBMPTN dilaksanakan serentak se Indonesia. Khususnya UTBK-SBMPTN di UPR diikuti oleh sebanyak 4.405 peserta yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia yang terbagi kedalam 2 (dua) gelombang.
Yakni, Gelombang I dilaksanakan mulai hari ini tanggal 12 hingga 18 April 2021 mendatang diikuti oleh sekitar 2.544 peserta, sedangkan Gelombang II dilaksanakan pada tanggal 26 April hingga 1 Mei 2021 mendatang diikuti oleh sekitar 1.854 peserta yang berasal dari 18 Provinsi di Indonesia.
Secara total keseluruhan, peserta UTBK-SBMPTN di UPR Tahun 2021 ini terbagi ke dalam 3 (tiga) kelompok, yakni peserta ujian kelompok SAINTEK ada sebanyak 1.536 orang, peserta ujian kelompok SOSHUM ada sebanyak 2.210 orang, serta peserta ujian kelompok Campuran ada sebanyak 659 orang.
Tidak hanya itu, dari antara peserta UTBK-SBMPTN di UPR Tahun 2021 ini, juga diikuti oleh peserta disabilitas (Tuna Daksa, red) ada sebanyak 6 orang.
Selain itu, berdasarkan informasi dari panitia UTBK-SBMPTN di UPR Tahun 2021 ini, pihaknya membagi kedalam 26 sesi, dengan kapasitas 205 kursi per sesinya, dengan tempat pelaksanaanya berada di 11 lokasi yang masih berada di lingkungan UPR.
Baca Juga : Terbagi Dua Gelombang, Tahun 2021 ini sebanyak 4.405 Peserta bakal Ikuti UTBK-SBMPTN di UPR
Ketika dibincangi Kaltengnews.co.id, Ketua Panitia UTBK-SBMPTN di UPR Prof. Dr. Salampak Dohong, MS., melalui Wakil Ketua UTBK-SBMPTN di UPR Prof. Dr. Sulmin Gumiri, Ph.D., yang juga selaku Wakil Rektor UPR Bidang Perencanaan dan Kerjasama UPR menyampaikan bahwasanya UTBK-SBMPTN dilaksanakan serentak di Indonesia mulai hari ini.
“Jumlah peserta UTBK-SBMPTN Gelombang I di UPR Tahun 2021 ada sekitar 2.554 peserta. Yang berasal dari SMA/SMK Sederajat se-Indonesia. Selain itu, pada tahun ini dari 4 405 peserta tersebut, 6 orang diantaranya adalah peserta Disabilitas atau Tuna Daksa,” terangnya.
Lanjut Prof. Sulmin menyebutkan UTBK-SBMPTN di UPR dibagi kedalam 2 gelombang, yakni Gelombang I dilaksanakan pada tanggal 12 hingga 18 April 2021 mendatang, sedangkan Gelombang II akan dilaksanakan pada tanggal 26 April hingga 1 Mei 2021 mendatang.
“Berdasarkan sebaran data untuk asal daerah peserta UTBK-SBMPTN di UPR pada Tahun 2021 ini, nampaknya didominasi oleh peserta yang berasal dari Provinsi Kalimantan Tengah yakni mencapai 98 persen atau sebanyak 4.302 dari total keseluruhan peserta,” bebernya.
Sementara peserta yang berasal dari luar wilayah Kalimantan Tengah, sambung Prof. Sulmin mengatakan berasal dari Provinsi Aceh, Banten, Yogyakarta, Jakarta, Gorontalo, Jambi, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Lampung, Maluku, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Kalsel, Kaltim, Kalbar dengan jumlah peserta ada sebanyak 95 orang.
“Patut kita banggakan pada tahun ini, jumlah peserta UTBK-SBMPTN di UPR yang berasal dari Kalimantan Tengah mengalami peningkatan. Harapannya, ini juga dapat berdampak positif terhadap UPR, sekaligus pula merupakan keberhasilan civitas akademika dalam mempromosikan UPR,” katanya menambahkan.

Sementara itu, masih di hari dan kegiatan yang sama, usai meninjau dan membuka secara resmi UTBK-SBMPTN Gelombang I di UPR, Rektor UPR Dr. Andrie Elia menyampaikan bahwa animo generasi muda lulusan SMA/SMK sederajat yang ingin masuk ke UPR terus alami peningkatan.
“Tentunya hal ini sejalan dengan peningkatan kualitas UPR yang selalu di pantau oleh seluruh masyarakat Indonesia. Ini juga berkat hasil kerja keras tim promosi UPR yang cukup berhasil,” ucap Dr. Andrie Elia.
Tingginya animo generasi muda Indonesia yang ingin masuk ke UPR, Dr. Andrie Elia menambahkan bahwa pihaknya akan berkomitmen mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, dan mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
“Untuk itu, saya sangat berharap sekaligus menyikapi tingginya animo generasi muda untuk bisa masuk ke UPR, tidak hanya melalui UTBK-SBMPTN saja, tapi kedepan kami juga akan tetap membuka kesempatan melalui ujian penerimaan Jalur Mandiri yang akan dilaksanakan bersama-sama dengan sejumlah perguruan tinggi di wilayah Barat, sehingga para generasi muda yang ingin masuk ke UPR dapat terakomodir,” imbuhnya.
Jadi, ujar Dr. Andrie Elia kembali mengatakan bagi peserta UTBK-SBMPTN baik itu di Gelombang I maupun Gelombang II atau SN dan BK yang masih belum diterima, dapat kembali mendaftar untuk masuk ke UPR.
“Melihat tingginya animo generasi muda yang ingin masuk ke UPR, saya juga berkeinginan kedepan akan menaikan jumlah formasi sebanyak 1000 lebih dari jumlah formasi yang ada (sekitar 4000 lebih formasi.red). tentunya ini juga harus seijin dengan kementrian dan seijin teman-teman di fakultas. Tentunya hal Ini juga sesuai dengan amanat UUD 1945 Pasal 31 ayat 1 bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan,” tandasnya.
Sebelumnya, untuk diketahui juga bahwa pihak panitia juga telah melakukan koordinasi secara intens bersama dengan Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Palangka Raya, terkait panduan teknis penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 dalam pelaksanaan UTBK-SBMPTN, sehingga selama kegiatan pun dapat berjalan secara aman. (YS)
TONTON JUGA BERITA VISUALNYA di
KALTENGNEWS TV