Kaltengnews.co.id – PALANGKA RAYA – Sekretaris Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Norhaini memiliki perhatian tersendiri terhadap lingkungan, khususnya sampah rumah tangga berbahan dasar plastik, yang kerap ditemui menumpuk disekitar lingkungan masyarakat.
Menurut Norhaini, plastik merupakan bahan sintetis dari sebuah proses pengolahan kimia, yang akan sangat sulit dan membutuhkan waktu lama untuk terurai di alam bebas. Sangat berbeda dengan sampah organik, yang proses terurainya relatif lebih singkat.
“Mungkin untuk sekarang ini, dampak kerusakan lingkungan, akibat adanya dampak sampah plastik masih belum terlalu dirasakan, tapi bagaimana jadinya bila nanti pada anak cucu kita selanjutnya. Pasti, akan sangat merasakan dampaknya,” Ucapnya, Jumat (19/3/2021).
Lebih lanjut, Politisi Perempuan dari Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Palangka Raya ini menuturkan seraya mengajak semua pihak, mulai dari pemerintah, pihak swasta dan masyarakat, untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, dengan mengurangi dan membatasi penggunaan plastik.
“Hal ini sangat penting untuk dilakukan sedari sekarang ini, guna menekan resiko pencemaran air dan tanah, akibat sampah plastik, sehingga tidak terus meningkat. Sebab, saat ini pencemaran lingkungan akibat sampah plastik sudah pada taraf mengkhawatirkan,” katanya.
Sambung Norhaini mengutarakan, untuk itu diharapkan, Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, melalui instansi teknisnya, campur tangan agar membatasi produksi serta penggunaan plastik di masyarakat.
Begitu juga pihak industri, sebaiknya mulai menghasilkan produk atau menciptakan teknologi daur ulang, yang lebih ramah lingkungan.
Tidak hanya itu, Ia juga tidak menampik bahwa permasalahan sampah terbesar di Kota Palangka Raya, berasal dari aktivitas rumah tangga.
“Penggunaan plastik, dalam aktivitas sehari-hari rumah tangga, dapat dengan sangat mudah terlihat, misalnya mulai penggunaan kantong belanjaan berbahan dasar plastik, kemasan makanan dan minuman berbahan dasar plastik, sehingga menyebabkan persoalan pencemaran lingkungan akibat sampah plastik akan semakin sulit teratasi,” ungkapnya.
Srikandi Dewan Kota Palangka Raya ini juga mengajak, kepada masyarakat untuk bisa meminimalisir penggunaan kantong plastik pada saat berbelanja, yakni dengan membawa tempat khusus, misalkan totebag kain atau yang lebih tradisional lagi, yakni menggunakan bakul.
Serta, mengurangi penggunaan air kemasan sekali pakai, dengan menggunakan wadah botol minuman, seperti tumbler akan sangat efisien.
Selain itu, masyarakat juga diajak, agar bisa berinovasi dan berkreativitas mengolah kembali sampah plastik, menjadi produk olahan kerajinan yang lebih ramah lingkungan dan bernilai ekonomi.
Tidak kalah pentingnya lagi, ialah masyarakat diminta untuk memilah-milah sampah, antara sampah organik dan sampah plastik, sehingga akan semakin mempermudah para petugas ketika akan memproduksinya lebih lanjut. (YS)
TONTON JUGA BERITA VISUALNYA di
KALTENGNEWS TV