Kaltengnews.co.id, PALANGKA RAYA – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Palangka Raya, bersama sejumlah organisasi mahasiswa dan kepemudaan lainnya, menggagas kegiatan Webinar, terkait “Efisiensi Penyaluran Bantuan Sosial Tunai di wilayah Kalimantan Tengah”, melalui sambungan Zoom Metting, pada hari Rabu (10/2/2021) siang tadi.
Kegiatan dimoderasi oleh Ketua GMNI Palangka Raya Inonncent Passage, yang menghadirkan 3 (tiga) orang narasumber berkompeten, dibidangnya masing-masing, yakni Kepala Kantor PT. Pos Indonesia di Palangka Raya Andyan Pradipto, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Tengah dr. Rian Tangkudung, M.Kes, serta Penggiat Sosial Arifudin R. Sehe, S.AN.
Dalam kegiatan tersebut, membahas berbagai upaya efisiensi penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) baik yang bersumber dari Pemerintah Pusat melalui Kantor Pos di masing-masing daerah, maupun BST dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah, kepada masyarakat terdampak pandemi COVID-19 di wilayah Kalimantan Tengah.
Meski dilaksanakan secara virtual, animo peserta terbilang cukup tinggi. Hal itu berkat, kepiawaian moderator Passage, dalam memandu jalannya kegiatan, yang dibagi ke dalam 3 (tiga) sesi dialog. Kegiatan pun berjalan dengan suasana santai, namun tetap serius berjalan sebagaimana tujuannya.
Sejumlah pertanyaan pun datang dari para peserta, dimana salah satunya pertanyaan yang diajukan oleh Kaltengnews.co.id, yang juga saat itu juga sebagai peserta kegiatan webinar, yakni berkenaan dengan sejumlah kendala dan bagaimana upaya yang dilakukan, baik oleh Kantor PT. Pos Indonesia di Palangka Raya, maupun Pemprov Kalimantan Tengah, agar dapat berjalan lancar, tepat sasaran dan tetap mengedepankan Protokol Kesehatan (Prokes) pencegahan penularan COVID-19, sehingga saat proses penyaluran BST tidak sampai menjadi Kluster Baru atau ‘Kluster BST’.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Kepala Kantor PT. Pos Indonesia di Palangka Raya Andyan Pradipto menerangkan bahwa PT. Pos Indonesia telah ditunjuk oleh Pemerintah Pusat, untuk menyalurkan BST dari Pemerintah Pusat, kepada masyarakat terdampak COVID-19, termasuk pula yang dilakukan oleh kantor PT. Pos Indonesia di Palangka Raya kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BST COVID-19 di wilayah Kalteng.
Lebih lanjut, Andyan juga tidak menampik, pada awal-awalnya kegiatan penyaluran BST dari Pemerintah Pusat, kendala penyaluran pasti lah ditemukan, dan itu menjadi hal yang wajar.
Adapun beberapa kendala awalnya tersebut, diantaranya berkenaan dengan data penerima bantuan, kemudian secara teknisnya, pada awalnya untuk tingkat kepatuhan dari masyarakat sebagai KPM dalam menerapkan Prokes pencegahan COVID-19 terbilang masih kurang.
“Namun dengan seiringnya waktu, melalui hasil rapat konsolidasi, evaluasi dan berbagai upaya lainnya, sehingga bisa dikatakan untuk sekarang penyaluran dapat berjalan dengan tertib dan lancar,” Ucap Andyan dalam penjelasannya, pada sesi dialog pada webinar siang tadi.
Dijelaskan Andyan, saat ini secara teknis penyaluran BST dari Pemerintah Pusat, terbilang sudah cukup baik dan dapat berjalan lebih efektif. Penyaluran BST dari Pemerintah Pusat dibagi kedalam beberapa tahapan.
Selain itu, penerapan Prokes pencegahan COVID-19 tetap dikedepankan, sehingga demikian saat penyaluran BST tidak menjadi Kluster Baru.
Sementara itu, masih di hari dan kegiatan yang sama, hal senada Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah, dr. Rian Tangkudung, M.Kes menyampaikan bahwa Gubernur Kalimantan Tengah bapak H. Sugianto Sabran, sejak awal masuknya pandemi COVID-19 di wilayah Kalimantan Tengah, sudah melakukan berbagai upaya untuk meringankan beban masyarakat, yakni salah satunya dengan memberikan bantuan kepada masyarakat di wilayah Kalimantan Tengah.
Dikatakan dr. Rian, memang pada awalnya kendala dalam penyaluran bantuan pasti lah ada. “Kendala tersebut, diantaranya adalah berkenaan masih ditemukannya data ganda KPM penerima bantuan. Namun, saat ini kami terus melakukan upaya perbaikan dengan melakukan pemuktahiran data, melalui tahapan verifikasi dan validasi data, sehingga diharapkan bantuan yang disalurkan bisa benar-benar tepat sasaran,” Terangnya.
Lebih lanjut, dr. Rian juga menjelaskan, adapun bantuan yang disalurkan oleh pemerintah provinsi, berupa sembako dan adapula beberapa bantuan tunai.
Penyaluran bantuan dari pemerintah provinsi, sudah dilakukan sejak awal pandemi COVID-19 masuk di wilayah Kalimantan Tengah. Penyaluran dilakukan ke seluruh pelosok daerah Kalimantan Tengah.
“Kita sangat berharap, pandemi COVID-19 di Kalimantan Tengah bisa segera membaik, sehingga perekonomian masyarakat di wilayah Bumi Tambun Bungai juga tetap bergerak. Karena, seperti yang kita ketahui bersama bahwa dampak pandemi COVID-19 sangatlah luas, terlebih pada sektor perekonomian masyarakatnya.” Tutup dr. Rian Tangkudung, M.Kes. (YS)
TONTON JUGA BERITA VISUALNYA di
KALTENGNEWS TV