Dewan Provinsi Dorong Peningkatan dan Perbaikan Manajemen Asrama Mahasiswa Kalteng di Luar Daerah

 Dewan Provinsi Dorong Peningkatan dan Perbaikan Manajemen Asrama Mahasiswa Kalteng di Luar Daerah

FOTO: Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Y. Freddy Ering.

Kaltengnews.co.id, PALANGKA RAYA – Penerapan pajak retribusi bagi asrama mahasiswa Kalimantan Tengah (Kalteng) di luar daerah, nampaknya mendapat dukungan dari kalangan Legislator Provinsi Kalteng, Y. Freddy Ering yang juga selaku Ketua Komisi I DPRD Kalteng.

Dikatakan Ketua Fraksi PDI-P Kalteng tersebut, penerapan pajak retribusi bagi asrama mahasiswa Kalteng, bukan semata-mata untuk mengejar atau mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalteng saja, melainkan diharapkan melalui pajak tersebut, juga akan difungsikan dalam rangka meningkatkan sarana dan prasarana (Sapras) dari asrama itu sendiri.

“Yang namanya pajak retribusi, tidak mesti untuk mengejar PAD, tetapi bisa juga digunakam untuk peningkatan sapras maupun fasilitas dari asrama itu sendiri. Sehingga mahasiswa kita bisa tinggal dengan nyaman dan diharapkan mampu meningkatkan semangatnya dalam menuntut ilmu,” ucap Freddy, saat dibincangi awak media, di Gedung Dewan, Rabu (13/1/2021).

Lebih lanjut, Wakil Rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng I, meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan dan Gunung Mas ini mengatakan, saat Komisi I DPRD Kalteng, melaksanakan peninjauan ke asrama mahasiswa Kalteng yang berada di Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta, pihaknya menilai perlu adanya peningkatan sapras dan perbaikan manajemen pengelolaan.

Karena mengingat, kondisi asrama saat itu memang memerlukan perhatian khusus, sehingga harapannya melalui pajak retribusi, mampu meningkatkan sapras maupun fasilitas yang ada saat ini.

“Kita sudah melaksanakan kunjungan ke Asrama mahasiswa Kalteng, salah satunya yaitu di DI Yogyakarta, bahkan kita juga sudah bertemu dengan para mahasiswa. Dimana, selain perlu adanya peningkatan sapras dan manajemen pengelolaan, mereka juga menyampaikan sejumlah aspirasi seperti perlunya pengadaan baju adat Dayak yang nantinya difungsikan untuk mengikuti festival-festival budaya,” Ujar Freddy.

Selain itu, menanggapi kemunculan isu negatif di asrama mahasiswa Kalteng, yang disampaikan oleh Pemerintah Provinsi (Pempov) Kalteng, saat rapat Panitia Khusus (Pansus) pengelolaan Asrama mahasiswa belum lama ini.

Dirinya juga berharap,melalui perbaikan manajemen pengelolaan, isu tersebut dapat ditekan dan membuat asrama Kalteng lebih baik dibandingkan saat ini.

“Apabila isu negatif seperti yang disampaikan oleh pihak Pemprov Kalteng benar adanya, maka sudah jelas hal tersebut menyalahi aturan dan administrasi. Namun hal tersebut, tidak sepenuhnya salah dari mahasiswa, tetapi manajemen pengelolaannya yang harus dipertanyakan, sehingga perlu adanya perbaikan pengelolaan manajemen di asrama Kalteng,” Tutupnya. (YS)

TONTON JUGA BERITA VISUALNYA di
KALTENGNEWS TV

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!