Pemprov Kalteng Lepas 14 Armada Bus untuk Program Mudik Gratis Idulfitri 1446 H
Dorong Efisiensi Pengembangan sektor Pertanian, Legislator Provinsi Sarankan Adanya Perpaduan Teknologi Tradisional dan Modern

FOTO: Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalteng Bidang hukum, anggaran dan Pemerintahan, Ir. H. Muhajirin, MP., ketika dibincangi Kaltengnews.co.id, di ruang Komisi I DPRD Kalteng, Jalan S Parman Kota Palangka Raya, pada hari Selasa (22/12/2020).
Kaltengnews.co.id, PALANGKA RAYA – Pengembangan sektor pertanian di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) hendaknya dilakukan secara baik, dengan berbagai konsep perencanaan yang tepat, yakni memadukan cara tradisional dan cara modern.
Hal ini seperti diutarakan oleh Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalteng Bidang hukum, anggaran dan Pemerintahan, Ir. H. Muhajirin kepada Kaltengnews.co.id, saat berada di ruang kerjanya, ruang Komisi I DPRD Kalteng, Jalan S Parman Kota Palangka Raya, pada hari Selasa (22/12/2020).
Lanjut Politisi Partai Demokrat Kalteng ini mengatakan, masyarakat lokal memiliki kemampuan dalam menggerakan, serta mengembangkan pertanian dengan cara tradisional di wilayah Kalteng.
Namun, pengembangan pertanian dengan cara tradisional, masih dinilai kurang efisien dalam menunjang ketahanan pangan, mengingat hasil dari pertanian tradisional, masih diberada dibawah rata-rata hasil dari Pertanian berbasis teknologi, yang saat ini tengah dikembangkan oleh Pemerintah Pusat.
“Saya menyarankan, agar pengembangan sektor pertanian dapat memadukan cara tradisional dan cara modern. Karena, dengan cara demikian maka hasilnya pun akan lebih efisien lagi,” Ucap H. Muhajirin.
Lebih Lanjut, Wakil Rakyat Dapil Kalteng V, meliputi Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau ini kembali mengatakan, dalam upaya pengembangan sektor pertanian, hendaknya juga dapat mengoptimalkan Sumber Daya Manusia (SDM) dari masyarakat lokal.
Untuk itu, Dirinya juga mendorong pemerintah daerah, agar mencanangkan program pengembangan SDM lokal, dalam rangka mendukung program ketahanan pangan di atas Bumi Tambun Bungai.
“Yang jadi permasalahan saat ini, adalah jurangnya pengetahuan masyarakat, terkait pengembangan pertanian dengan berbasis teknologi. Oleh sebab itu, perlu adanya perhatian dari Pemerintah, khususnya Dinas/Instansi terkait untuk membantu mengembangkan potensi SDM lokal,” Katanya.
H. Muhajirin juga mengungkapkan, apabila Pemerintah Daerah mampu mendorong pengembangan SDM lokal dengan maksimal, tentunya hal tersebut akan berdampak positif bagi daerah.
Diantaranya, yaitu meningkatkan taraf perekonomian masyarakat lokal, meningkatkan hasil pertanian dengan didukung sistem berbasis teknologi, serta Pemerintah tidak harus mendatangkan transmigrasi untuk menunjang program ketahanan pangan Kalteng.
“Sebenarnya tidak perlu mendatangkan transmigrasi untuk menunjang program ketahanan pangan Kalteng, cukup kembangkan SDM lokal kita. Pasalnya, apabila SDM Lokal kita sudah memiliki kemampuan dalam bertani, hanya kekurangannya adalah petani Tradisional belum memahami sistem pertanian berbasis teknologi, sehingga inilah yang harus didorong Pemerintah melalui penyuluhan-penyuluhan dan praktek lapangan,” Imbuhnya.
Selain itu, sambung Muhajirin, permasalahan lain yang harus dihadapi oleh Petani Lokal adalah keterbatasan daya beli perihal penunjang pertanian seperti pupuk dan bibit.
“Disamping pengembangan SDM Lokal, pada dasarkan yang juga menjadi permasalahan adalah keterbatasan daya beli penunjang pertanian seperti pupuk dan bibit, sehingga hal ini juga tidak boleh luput dari perhatian Pemerintah, karena 2 hal inilah yang menjadi salah satu kunci keberhasilan Pertanian dalam rangka menunjang ketahanan pangan,” Tutupnya. (YS)
TONTON JUGA BERITA VISUALNYA di