Kaltengnews.co.id, PALANGKA RAYA – Dalam rangka menciptakan situasi dan menjaga Bumi Tambun Bungai, atas serangan Hoax dan Anarkisme, maka PBB Banama Kalteng dan Fordayak Kalteng, bersama gabungan Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Paguyuban, serta komponen lainnya menggelar Kegiatan Pawai Keberagaman dan Deklarasi Damai. Kegiatan terpusat di Monumen Tugu Soekarno, Jalan S Parman, Kota Palangka Raya, Rabu (14/10/2020) pagi tadi.
Dalam kegiatan tersebut, sedikitnya diikuti oleh sebanyak 26 ormas dan paguyuban, yang ada di wilayah Kalimantan Tengah. Selain itu, pada kegiatan tersebut juga dilakukan Deklarasi Damai Masyarakat Kalimantan Tengah, yang isinya ada 3 (tiga) poin deklarasi.
Pertama, “Kami masyarakat Kalimantan Tengah Menjunjung Tinggi Kedamaian dan Ketentraman di Bumi Tambun Bungai Bumi Pancasila”.
Kemudian, kedua “Kami masyarakat Kalimantan Tengah menolak anarkisme, menolak intoleran, dan menolak vandalisme di Bumi Tambun Bungai Bumi Pancasila”.
Dan, yang Ketiga “Kami masyarakat Kalimantan Tengah menjunjung tinggi kebersamaan persatuan dan kesatuan di dalam Huma Betang”. Kegiatan juga diisi dengan sejumlah pertunjukan, dari masing-masing paguyuban dan ormas yang hadir dan mengikuti kegiatan tersebut.
Adapun tema yang diusung, yakni ‘Menjaga kondusifitas Huma Betang dalam Bingkai NKRI dan Menolak Keras Bentuk Anarkisme dan Vandalisme,’.

Disela-sela kegiatan tersebut, saat dibincangi Kaltengnews.co.id, Ketua Umum FORDAYAK Kalimantan Tengah, Bambang Irawan yang juga selaku Koordinator Aksi Damai mengutarakan bahwa kegiatan ini sebenarnya merupakan inisiatif bersama, untuk menggelar sebuah kegiatan deklarasi damai.
“Kegiatan ini juga bertujuan, untuk menangkal berbagai upaya, dari berbagai pihak yang secara sengaja menciptakan kondisi tidak damai, dan membuat perpecahan di Indonesia, termasuk pula di wilayah Kalimantan Tengah, Bumi Tambun Bungai Bumi Pancasila,” Ujar Bambang.
Lebih lanjut, Bambang juga mengatakan, kegiatan hari ini juga dimaksudkan, untuk mendorong terciptanya situasi damai dan aman, terlebih menjelang pelaksanaan PILKADA tahun 2020, pada tanggal 9 Desember mendatang.
“Khususnya di wilayah Kalimantan Tengah, yang memiliki Palsafah Huma Betang, tentunya sangat menjunjung tinggi adanya perbedaan suku agama dan golongan. Oleh sebab itu, kami pun sangat menolak, jika ada pihak-pihak yang akan melakukan upaya untuk memecahbelahkan persatuan dan kesatuan yang telah terjalin selama ini,” Timpal Bambang.

Sementara itu, masih di hari dan tempat yang sama, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Tengah, Agus Pramono menyampaikan apresiasi, atas gagasan kegiatan deklarasi damai, yang telah dilaksanakan hari ini.
“Kami sangat berbangga, atas komitmen dari seluruh komponen masyarakat, untuk bersama-sama menjaga kedamaian di wilayah Kalimantan Tengah, terlebih saat menjelang PILKADA tahun 2020 mendatang,” Ucap Agus.
Dirinya juga menambahkan seraya mengajak, kepada seluruh elemen masyarakat Kalimantan Tengah, agar bersama-sama menjaga situasi damai di wilayah Kalimantan Tengah, yakni dengan tetap menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama, dan menjaga kerukunan antar suku agama dan golongan, jangan mau termakan oleh sejumlah isu Hoax dan tindakan anarkisme.
Sekedar untuk diketahui pula, selama kegiatan berlangsung seluruh peserta juga mematuhi protokol Kesehatan pencegahan pandemi COVID-19. Kegiatan dilaksanakan secara tertib, aman dan lancar, di bawah pengawalan aparat kepolisian setempat. (YS)
TONTON JUGA BERITA VISUALNYA di
KALTENGNEWS