Kaltengnews.co.id,PALANGKA RAYA-Dalam sepekan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Palangka Raya, maka berbagai upaya menekan penyebaran pandemi Covid-19, telah dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) melalui gugus tugas Covid-19 setempat.
Salah satunya menerapkan pembatasan waktu aktivitas masyarakat , dan mengoptimalkan pemeriksaan bagi mereka yang beraktivitas diluar rumah, serta melakukan rekayasa lalu lintasatau menutup arus lalu lintas.
Melihat hal tersebut, Wakil Ketua Komisi B DPRD Palangka Raya, Susi Idawati mengatakan, rekayasa arus lalu lintas dibuat untuk mengoptimalkan pelaksanaan PSBB . Terutama membatasi kerumunan masyarakat dan mempersempit ruang masyarakat agar tetap diam di rumah.
“Ini semua dilakukan guna mencegah penularan Covid-19. Maka itu, yang tidak berkepentingan atau tidak penting sekali diimbau tetap diam dirumah,”ujarnya.
Dikatakan, bagian dari penerapan PSBB, seperti adanya penutupan jalan tentu berguna untuk membatasi keluar masuk masyrakat . “Rekayasa lalu lintas, terutama check point bagi masyarakat tentu menjadi prioritas dalam PSBB guna memutus rantai penyebaran Covid-19,”tutur Susi.
Susi menekankan, terkait dengan pelaksanaan check point yakni berupa pemeriksaan kesehatan atau suhu tubuh pada posko yang sudah ditentukan, dimana harusnya berlaku bagi siapa saja yang melintas tanpa kecuali.
Legislator dari Partai Nasdem ini mencontohkan penjagaan check point, di bawah jembatan Kahayan, dimana dinilai masih belum berfungsi seutuhnya. Penjagaan dan waktu pemeriksaan suhu tubuh serta aturan lainnya hanya sampai jam tertentu saja.
“Padahal masyarakat yang lalu lalang masih ramai, sama seperti hari biasanya seolah-olah tak ada PSBB Disinilah yang harus dievaluasi,”ungkapnya.
Oleh karenanya imbuh Susi, dirinya mendorong agar penjagaan tidak hanya sekedar penjagaan biasa saja, akan tetapi dalam prakteknya harus benar-benar diterapkan. “Iya, yang namanya check point tentu ada pemeriksaan ketat, dengan begitu keberadaan posko akan lebih maksimal,”cetusnya.
Selebinya Susi menilai, secara konsep PSBB di Kota Palangka Raya telah benar, hanya saja kata dia dalam, pelaksanaannya masih jauh dari kata benar.VD