BUNTOK – KALTENGNEWS.CO.ID – Menghadapi kemarau panjang dan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang semakin masif, Pj Sekretaris Daerah Barito Selatan, Ita Minarni memastikan bahwa Pemerintah Daerah akan menambah jumlah anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) tahun 2026.
Dalam keterangannya yang disampaikan usai rapat pembahasan APBDP tahun 2026 di DPRD Barsel, Rabu (2/9/2026), Ita mengungkapkan bahwa Pemkab menambahkan BTT menjadi Rp8 miliar.
“Untuk BTT kita tambah jadi Rp8 miliar dari yang awalnya Rp5 miliar,” ungkapnya.
Kebijakan penambahan anggaran BTT ini harus dilaksanakan mengingat situasi kemarau dan ancaman Karhutla di Barsel masih sangat tinggi.
Dia menjelaskan, penambahan anggaran BTT untuk penanganan Karhutla adalah bersumber dari pergeseran sejumlah pekerjaan yang dianggap belum prioritas.
“Kami tidak mau mereka yang turun ke lapangan tidak mendapatkan anggaran yang cukup. Jangan sampai mereka yang sudah siang dan malam berjuang di lapangan memadamkan api ini, ternyata tidak kita perhatikan,” tukasnya.
“Karena kami setiap hari rapat bersama selalu mengecek ke BPBD, Kepolisian, TNI bagaimana kesehatan mereka, kebutuhan makanan mereka, operasional mereka,” sambung Ita.
Ita menerangkan, Pemkab juga telah sepakat segera mengambil langkah cepat guna menanggulangi krisis air bersih yang terjadi di sejumlah wilayah.
“Kekeringan ini sangat memprihatinkan, ada beberapa desa yang memang tidak bisa mengkonsumsi air bersih. Tadi kita sepakati kita akan mengadakan sumur bor di beberapa titik, dan untuk jangka pendek kita akan mensuplai air bersih menggunakan tangki, nanti bekerja sama dengan PDAM,” bebernya.
Sementara itu, bantuan air bersih yang berasal dari bantuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah diminta untuk disalurkan langsung ke wilayah Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA) sebagai wilayah yang paling terdampak kekeringan dan krisis air bersih.
Untuk pendataan, terang Ita, akan dilakukan secara bersama-sama oleh tim dan bantuan dari DPRD Barsel, agar data yang diperoleh bisa benar-benar tepat sasaran.
“Nanti kita akan rapat khusus untuk membahas mengenai bencana krisis air bersih ini,” ucapnya.
Ita juga berjanji, selain menyediakan air bersih, Pemkab juga akan menambah anggaran pendukung bantuan sosial kepada masyarakat terdampak.
Mengingat situasi kekeringan ini belum jelas kapan usainya, Pemkab akan memperpanjang status tanggap darurat bencana.
“Status tanggap darurat sudah dipastikan diperpanjang dan kita juga akan menambah anggaran BTT,” terang Ita.
Tidak lupa, Ita juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran apabila membuka lahan, serta tidak keluar rumah apabila tidak begitu diperlukan.
“Kalaupun harus beraktivitas di luar rumah, wajib menggunakan masker,” pesannya.

Komentar