KUALA KAPUAS – Pemerintah dan petani di Kabupaten Kapuas mempercepat gerakan tanam serempak melalui optimalisasi lahan sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan dan menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional.
Gerakan Tanam (Gertam) Serempak digelar di lahan Optimalisasi Lahan (OPLAH) 2024 di Desa Sei Kayu, Kecamatan Kapuas Barat. Program tersebut merupakan bagian dari gerakan tanam serempak nasional yang melibatkan 25 provinsi secara daring.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas Edi menilai program tersebut menjadi bentuk konkret kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat pertanian.
“Gerakan tanam bersama ini merupakan upaya luar biasa untuk mewujudkan sekaligus mempertahankan swasembada yang telah kita capai. Program strategis nasional tetap harus dilaksanakan, termasuk melalui optimalisasi lahan,” ujarnya.
Di Kalimantan Tengah, program OPLAH mencakup sekitar 31.000 hektare lahan yang diarahkan untuk meningkatkan indeks pertanaman, produktivitas dan intensitas tanam. Pemerintah juga mendorong percepatan penanaman pada lahan hasil cetak sawah di Bataguh, Kapuas Kuala, Tamban Catur dan Kapuas Timur.
Dandim 1011/Kuala Kapuas Letkol Inf. Deky Febrianto memastikan TNI mendukung penguatan program pertanian tersebut.
“Tidak hanya teori, tetapi kita harus beraksi. Dengan adanya tambahan organisasi ini, diharapkan dapat semakin membantu pencapaian program swasembada pangan,” ujarnya.
Dukungan TNI rencananya diperkuat melalui penambahan satu kompi produksi di jajaran Kodim untuk mendukung pembinaan sektor pertanian.
Sementara itu, Kepala BBPP Ketindan Nurul Qomariah menekankan bahwa keberhasilan swasembada tidak cukup hanya dengan peningkatan produksi, tetapi membutuhkan kesinambungan kolaborasi.
“Dengan bersatu, kita memiliki tanggung jawab yang sama terhadap swasembada pangan. Indonesia telah mendeklarasikan swasembada pangan pada 7 Januari 2026, dan tugas kita selanjutnya adalah mempertahankannya,” ujarnya.
Gerakan tersebut mempertemukan pemerintah daerah, TNI, penyuluh, dunia pendidikan dan kelompok tani dalam satu agenda produksi pangan.
Kapuas kini tidak hanya diarahkan menjadi wilayah produksi, tetapi juga menjadi salah satu kawasan penting untuk memperkuat pasokan pangan Kalteng dan nasional melalui pemanfaatan lahan secara lebih intensif.(KP/*)

Komentar