Kaltengnews.co.id – GUNUNG MAS – Kalangan DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyambut baik keinginan dan komitmen dari Perusahaan Listrik Negara atau PLN yang menargetkan pada tahun 2024, seluruh wilayah di Kalimantan Tengah sudah teraliri jaringan listrik dari PLN.
Hal ini seperti diutarakan oleh Sekretaris Komisi II DPRD Kalteng H. Sudarsono mengaku selama ini merasa cukup miris mengetahui bahwa di zaman modern saat ini, masih ada sekitar kurang lebih 30 persen desa di Kalteng masih ‘gelap’ atau belum tersentuh jaringan listrik dari PLN.
“Ada kesan selama ini Kalteng kekurangan listrik, ada desa-desa yang belum ada listrik. Apakah kehadiran PLTU Kalteng -1 di Desa Kajuei ini bisa memenuhi kebutuhan listrik di Kalteng, ini yang menjadi pertanyaan besar bagi kami,”ucap Sudarsono mantan Bupati Seruyan tersebut, Sabtu (19/6/2021).
Lebih lanjut, Wakil Rakyat asal Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng II, meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur dan Seruyan ini juga mengapresiasi dan menyambut baik informasi dari pihak perwakilan PLN yang menyampaikan bahwa ditargetkan pada tahun 2024 semua desa di Kalteng bisa teraliri listrik PLN, tentunya itu pula harus didukung dengan penyediaan akses jalan yang memadai.
“Kami tentunya sangat mendukung atas adanya infomasi dari PLN bahwa ketersediaan pasokan listrik saat ini untuk Kalimantan Tengah sudah lebih dari cukup. Tinggal menunggu pemasangan ke desa-desa,”ucap Legislator dari Fraksi Golongan Karya (Golkar) DPRD Kalteng tersebut.
Sudarsono juga berharap agar pihak pemprov dan pemkab, dapat membantu PLN untuk merealisasikan target tersebut, dengan shering biaya pembangunan tiang atau jaringan listrik di wilayah masing-masing.
Tidak hanya itu, Ia juga mengutarakan bahwa berdasarkan informasi dari pihak perwakilan PLN, dari total 1571 desa di Kalteng hanya 1078 desa yang sudah teraliri listrik atau masih ada 493 desa yang belum teraliri listrik saat ini.
Dimana pada tahun 2021 ini PLN kembali menargetkan akan memasang jaringan listrik ke 35 desa tersebar di beberapa kabupaten dan 10 desa, diantaranya di Kabupaten Gunung Mas yang saat ini dalam proses kegiatan dilapangan, sedangkan kearah Kasongan sudah selesai.
Sementara itu Direktur PT. SKS selaku perusahaan pengelola PLTU Kalteng -1 di Desa Kajuei Kabupaten Gunung Mas, Nugroho mengatakan bahwa PLTU yang ada saat ini memiliki kontrak kerjasama dengan PLN selama 25 tahun, setelah 25 tahun maka PLTU tersebut diserahkan ke PLN.
Dimana untuk penyaluran listrik kepada masyarakat merupakan kewenangan PLN, dimana saat ini juga khusus jaringan listrik sedang dibangun ke arah Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas atau Jalur SUTT 150 KV menghubungkan Kurun dan Kasongan
Diungkapkan juga bahwa PLTU Kalteng -1 melayani kelistrikan bagi Kalimantan yakni Kalsel-Teng, bahkan Kaltim. Selain itu, untuk mendukung operasional atau kebutuhan bahan baku bagi PLTU tersebut sebanyak 1 juta ton Batu Bara per tahun. Nugroho juga mengatakan bahwa sesuai UU, penyaluran listrik ke rumah warga tidak bisa langsung oleh PLTU, karena itu merupakan kewenangan PLN.
“Untuk menyalurkan listrik kerumah warga merupakan kewenangan PLN. Khusus bagi warga sekitar PLTU, saat ini sudah dibangun jaringan tanbahan oleh PLN, mudah-mudahan cepat selesai.” tandasnya. (YS)
TONTON JUGA BERITA VISUAL LAINNYA di