Pendidikan Formal masih sulit Diakses Warga Pedalaman, Politisi Senior ini Berharap Adanya Pemerataan Pembangunan

 Pendidikan Formal masih sulit Diakses Warga Pedalaman, Politisi Senior ini Berharap Adanya Pemerataan Pembangunan

FOTO: Ketua Komisi III DPRD Kalteng membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) meliputi, Pendidikan Kesehatan Pariwisata dan Kebudayaan, Duwel Rawing.

Kaltengnews.co.id – PALANGKA RAYA – Tidak dapat dipungkiri bahwa pembangunan di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) masih terbilang belum merata. Sebabnya, hal ini dibuktikan tidak semua warga lokal, yang berada di sejumlah daerah pelosok pedalaman Kalteng, dapat secara mudah mengakses pendidikan dan kesehatan.

Hal ini, sebagaimana diutarakan oleh Ketua Komisi III DPRD Kalteng membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) meliputi, Pendidikan Kesehatan Pariwisata dan Kebudayaan, Duwel Rawing yang merasa miris, atas kondisi tersebut, terlebih khususnya lagi pada sektor pendidikan formal.

Lebih lanjut, Politisi Senior PDI-Perjuangan Kalteng ini berharap seraya mendorong pemerintah bersama dunia usaha yang berinvestasi di wilayah Kalteng, dapat bergandengan tangan memperhatikan kondisi tersebut, yakni dengan melakukan pemerataan pembangunan.

Sehingga, jangan sampai menimbulkan suatu kesenjangan sosial, antara satu daerah dengan daerah lainnya, begitupun antara warga lokal dengan masyarakat pendatang.

“Anak-anak dari warga lokal, juga berhak mendapatkan pendidikan formal yang layak. Hal ini, dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal, sehingga mereka pun mampu bersaing dengan SDM yang berasal dari daerah lainnya juga,” Ucap Duwel, Kamis (18/3/2021).

Lebih lanjut, Mantan Bupati Katingan ini juga mengutarakan bahwasanya warga lokal di pedalaman juga berhak menerima pendidikan yang layak.

Oleh sebab itu, pemerintah melalui Dinas Pendidikan (Disdik) setempat, diharapkan untuk terus berupaya, sehingga jangan sampai ada, anak-anak dari warga lokal putus sekolah, lantaran karena terkendala biaya dan belum tersedianya sarana pendidikan formal.

Duwel juga menegaskan, pendidikan bagi warga lokal, merupakan hal yang sangat penting, terutama untuk mengembangkan potensi SDM lokal, tanpa harus meninggalkan adat istiadat, serta kearifan lokal yang menjadi warisan turun-temurun sejak nenek moyangnya.

“Pendidikan formal yang layak, bagi anak-anak warga lokal merupakan hal yang sangat penting. Terlebih, untuk masa depan dari anak-anak warga lokal di waktu yang akan datang,” ungkapnya.

Duwel juga menambahkan, dengan mengenyam pendidikan formal, maka harapannya masa depan anak-anak dari warga lokal, akan menjadi semakin baik dan berkualitas serta memiliki daya saing tinggi dengan SDM yang berasal dari masyarakat pendatang.

“Salah satu alasan, kenapa SDM lokal terkadang sulit bersaing dengan SDM dari masyarakat pendatang, ialah disebabkan minimnya sarana dan prasarana (Sapras) penunjang pendidikan dan kesehatan, di sejumlah daerah pelosok atau pedalaman Kalteng.

Tidak hanya itu, Duwel juga menilai, salah satu kendala warga lokal sulit mengakses pendidikan, yakni seperti bersekolah harus melalui jalur yang sulit, termasuk menggunakan transportasi air.

“Belum lagi, masih ditemukan sejumlah daerah yang belum teraliri listrik, ada juga yang belum tersentuh signal telekomunikasi atau internet,” imbuh Wakil Rakyat asal Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng I, meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan dan Gunung Mas ini.

Timpalnya, Di Kalteng masih banyak desa yang hanya bisa ditempuh dengan transportasi air. Disinilah kita bisa melihat bahwa untuk mendukung sektor pendidikan, harus adanya dukungan dari sektor lain seperti pembangunan infrastruktur, termasuk fasilitas penunjang berupa sarana penerangan pedesaan dan lain sebagainya. (YS)

TONTON JUGA BERITA VISUALNYA di
KALTENGNEWS TV

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!