Pemprov Kalteng Lepas 14 Armada Bus untuk Program Mudik Gratis Idulfitri 1446 H
Menuju WBK dan WBBM, Dekan FT-UPR Sampaikan Progres Pencanangan Pembangunan Zona Integritas

FOTO: Dekan FT-UPR, Ir Waluyo Nuswantoro, MT saat berada di ruang kerjanya.
Kaltengnews.co.id, PALANGKA RAYA – Terhitung sejak tanggal 24 Agustus 2020 lalu, Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Palangka Raya (UPR) telah dicanangkan menjadi 2 (dua) fakultas pertama, untuk melaksanakan pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) di lingkungan UPR.
Berkenaan hal itu, saat dibincangi Kaltengnews.co.id, terkait pelaksanaan pencanangan pembangunan zona integritas, khususnya di lingkungan FT-UPR, Dekan FT-UPR Ir. Waluyo Nuswantoro, MT menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan berbagai upaya, untuk menjalankan kegiatan pencanangan pembangunan zona integritas menuju WBK dan WBBM di lingkungan FT-UPR.
Ir. Waluyo menjelaskan, adapun sebagai tindaklanjutnya, FT-UPR telah menyusun 5 (lima) rencana aksi, yakni Pertama, penyusunan Tim Kerja Pembangunan Zona Integritas di FT-UPR; Kedua, Penandatanganan Fakta Integritas dan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas di FT-UPR.
Ketiga, Penyusunan Dokumen Kerja Pembangunan Zona Integritas, meliputi menentukan rencana aksi dan mensosialisasikan kepada seluruh pegawai melalui website; Keempat, Pemantauan dan Evaluasi Pembangunan Zona Integritas.
Serta Kelima, Perubahan Pola Pikir dan Budaya Kerja, meliputi Penetapan dan Pengesahan Role Model, Penetapan dan Pengesahan Agen Perubahan, serta Pembangunan Budaya Kerja dan Pola Pikir di FT-UPR, upaya yang dilakukan yakni pemasangan Spanduk/Banner, Pemberian Reward dan Punishment, lalu petugas Front Office (menyusun SOP).
“Upaya yang sudah dilakukan oleh FT-UPR, dalam mewujudkan pembangunan zona integritas menuju WBK dan WBBM telah dilakukan sedemikian rupa, dan dilakukan evaluasi secara internal. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, kemudian juga disampaikan kepada fakultas lainnya pada kegiatan rapat evaluasi yang dilaksanakan belum lama ini. Hasil evaluasi tersebut, diharapkan juga dapat menjadi bahan pembelajaran bersama, dalam membangun zona integritas menuju WBK dan WBBM di lingkungan UPR,” terangnya.
Lebih lanjut, Ir. Waluyo kembali menerangkan, pada awalnya setelah dicanangkan menjadi zona integritas, pihak FT-UPR juga telah menyusun dan membentuk Tim Kerja, melalui Surat Keputusan (SK) Dekan Nomor 1077/UN24.6/LL/2020 tentang Pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM FT-UPR.
Selanjutnya, penandatanganan Fakta Integritas dan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas di Fakultas Teknik UPR, pada tanggal 24 Agustus 2020 lalu.
Kemudian, penyusunan dokumen kerja pembangunan zona integritas, yakni menentukan rencana aksi dan mensosialisasikan kepada seluruh pegawai melalui website http://fteknik-upr.info/ milik FT-UPR.
Lalu, melakukan pemantauan dan evaluasi pembangunan Zona Integritas, misalnya dengan melaksanakan rapat internal di Fakultas Teknik UPR.
Hal lainnya, yakni Perubahan Pola Pikir dan Budaya Kerja, diantaranya penetapan dan pengesahan Role Model; Penetapan dan Pengesahan Agen Perubahan, serta Pembangunan Budaya Kerja dan Pola Pikir di Fakultas Teknik, melalui sosialisasi dengan pemasangan Spanduk/Banner, Pemberian Reward dan Punishment, Perugas Front Office menyusun SOP.
Selain itu, Ir. Waluyo juga mengatakan, upaya yang dilakukan yakni dengan melakukan Survey Presepsi Korupsi di Fakultas Teknik UPR, pada periode bulan Juli sampai Nopember 2020 kemarin.
Adapun indikator Survey Persepsi Korupsi di Fakultas Teknik, meliputi Indikator Manipulasi Peraturan, Indikator Penyalahgunaan Jabatan, Indikator Menjual Pengaruh, Indikator Transparansi Biaya, Indikator Transaksi Biaya, Indikator Transaksi Rahasia, Indikator Biaya Tambahan, Indikator Hadiah, Indikator Transparansi Pembayaran, Indikator Percaloan dan Indikator Perbuatan Curang.
Yangmana, secara singkat untuk kesimpulan dari hasil survey tersebut, yang telah dilakukan di lingkungan Fakultas Teknik UPR, diperoleh informasi bahwa pada Fakultas Teknik memiliki nilai indek persepsi korupsi 77,17 atau masuk pada kategori cukup bersih dari korupsi.
Kendati demikian, Ir Waluyo juga mengutarakan, pada pelaksanaan pencanangan pembangunan zona integritas di Fakultas Teknik UPR, pastinya ditemukan sejumlah kendala.
Karena, untuk melaksanakan pencanangan Pembangunan Zona Integritas di lingkungan FT-UPR, memang tidak lah semudah membalik telapak tangan, namun dibutuhkan sebuah komitmen dan kerja keras.
“Dimana kendala tersebut, bukan lah menjadi penghalang, tapi itu justru menjadi sebuah tantangan yang harus dijawab oleh kalangan internal civitas akademika FT-UPR secara bersama-sama, serta adanya dukungan penur dari unsur pimpinan UPR. Kuncinya adalah kerjasama dan koordinasi yang baik, yang dilakukan oleh tim yang sudah terbentuk di FT-UPR,” bebernya.
Sambung Ir. Waluyo menambahkan, adapun kendala dimaksud, secara umum yakni dalam pencanangan pembangunan zona integritas, selain sebuah komitmen untuk merubah pola pikir dan budaya kerja, juga harus didukung dengan sarana prasana pendukung lainnya, termasuk pula berkenaan dengan penganggaran yang memadai.
“Kami sangat memaklumi, saat pencanangan zona integritas untuk FT-UPR, dilakukan pada pertengahan bulan Agustus 2020 kemarin, masih belum dilakukan penganggaran secara finansial. Hal sama juga dirasakan oleh kawan-kawan dari FISIP UPR saat itu. Namun, kami dari internal FT-UPR, untuk tetap berkomitmen menjalankan zona integritas.”
“Ya, kami sangat bersyukur sampai sekarang pun pelaksanaan pencanangan pembangunan zona integritas di lingkungan FT-UPR dapat berjalan, meski adanya berbagai keterbatasan. Hal ini, sekaligus pula turut mensukseskan visi misi rektor menuju UPR Jaya Raya,” tandasnya. (YS)
TONTON JUGA BERITA VISUALNYA di