Pemprov Kalteng Lepas 14 Armada Bus untuk Program Mudik Gratis Idulfitri 1446 H
Srikandi Dewan Provinsi Imbau Masyarakat Kalteng agar Tidak Ragu ketika Dapat Giliran Divaksin COVID-19

FOTO: Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Natalia.
Kaltengnews.co.id, PALANGKA RAYA – Srikandi Dewan dari Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Natalia menyampaikan seraya menghimbau, kepada seluruh masyarakat di wilayah Bumi Tambun Bungai, agar tidak ragu, ketika mendapat giliran untuk divaksin sinovac.
Pasalnya, pemerintah pusat sudah mendistribusikan Vaksin COVID-19 yang diproduksi oleh perusahaan Sinovac Biotech asal China, ke 34 Provinsi di Indonesia, termasuk pula ke 14 kabupaten kota di wilayah Kalimantan Tengah.
Dikatakan Natalia, pendistribusian vaksin COVID-19 tersebut, tidak lain bertujuan untuk memutus mata rantai sebaran COVID-19 itu sendiri.
Dimana, berdasarkan informasi yang dihimpun, untuk tahap pertama jumlah vaksin COVID-19, yang didistribusikan ke wilayah Kalimantan Tengah, ada sekitar 14.680 vaksin, ditujukan bagi tenaga kesehatan (Nakes) serta, kepala daerah dan unsur Forkopimda di daerah masing-masing.
Lanjut, Natalia mengutarakan, kalangan DPRD Kalteng, menghimbau, serta mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat, untuk tidak ragu divaksin. Mengingat, hal tersebut, merupakan salah satu upaya pemerintah, dalam mengatasi pandemi.
“Kita minta, agar masyarakat tidak ragu untuk disuntik Vaksin. Karena itu merupakan salah satu upaya pemerintah, untuk memutus mata rantai sebaran COVID-19 di tengah-tengah masyarakat. Oleh sebab itu, diharapkan masyarakat juga harus mau berpartisipasi dalam memutus mata rantai pandemi tersebut,” Ucap Natalia, saat dibincangi awak media, Jumat (22/1/2021).
Selain itu, Politisi Perempuan dari Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) Kalteng ini menyatakan bahwa dirinya juga siap, ketika mendapat giliran untuk divaksin.
Pasalnya, pendistribusian Vaksin saat ini, masih ditujukan kepada seluruh tenaga medis, yang merupakan garda terdepan, dalam penanganan pandemi.
“Saya siap di vaksin, karena beberapa lembaga resmi sudah menyatakan bahwa vaksin sudah boleh digunakan. Bahkan Presiden juga sudah yang pertama di suntik vaksin. Jadi, kita tunggu saja giliran untuk di vaksinasi, mengingat saat ini vaksin yang didistribusikan ke Kalteng, masih diperuntukan bagi tenaga medis,” Ungkapnya.
Sembari menuggu giliran untuk mendapatkan Vaksin, dirinya juga menghimbau agar masyarakat tetap menerapkan standar Protokol Kesehatan (Prokes) dalam rangka mencegah penularan Virus Covid-19.
Karena, mengingat sampai saat ini, sebaran COVID-19 masih belum menunjukan tanda-tanda berakhir, maka dari itu kedisiplinan dalam menerapkan Prokes pencegahan COVID-19 sangat diperlukan.
“Masyarakat tentunya perlu melindungi diri maupun keluarga, sembari menunggu giliran mendapat Vaksin. Oleh karena itu, tidak bosan-bosannya saya mengingatkan, agar masyarakat tetap mengedepankan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, sering cuci tangan dan menjaga jarak saat berinteraksi,” bebernya.
Terkait pendistribusian dan proses Vaksinasi, Natalia juga menegaskan, agar vaksin yang nantinya diperuntukan bagi masyarakat, jangan dipungut biaya apapun. Mengingat saat ini, seluruh lapisan masyarakat sedang mengalami masa sulit karena dampak dari adanya pandemi.
“Jangan sampai proses Vaksinasi dipungut biaya karena kondisi masyarakat saat ini sedang dalam masa sulit. Jadi kita berharap agar hal ini menjadi perhatian pemerintah,” Tutup Natalia. (YS)
TONTON JUGA BERITA VISUALNYA di
KALTENGNEWS TV