Kaltengnews.co.id, PALANGKA RAYA – Tingginya harga cabai di pasaran, yakni mencapai Rp. 80.000 per kilogram, nampaknya hal tersebut menjadi sorotan anggota Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Heri Purwanto.
Berkenaan hal itu, Heri Purwanto mengajak warga Kota Cantik Palangka Raya, agar secara mandiri menanam cabai di sekitar perkarangan rumah masing-masing. Hal itu, menurutnya sebagai upaya mengantisipasi, sekaligus pula meminimalisir pengeluaran rumah tangga.
“Tingginya harga cabai di pasaran, perlu disikapi dan ditindaklanjuti oleh pemerintah kota (Pemkot) Palangka Raya, melalui instansi terkaitnnya, agar dapat segera menangani hal tersebut,” Ucapnya, Sabtu (9/1/2021).
Lebih lanjut, Heri mengatakan, dengan menanam sendiri, bisa menjadi solusi kepada masyarakat, dalam mengatasi lonjakan harga kebutuhan cabai, yang saat ini sedang terjadi. Mengingat konsumsi cabai di kota ini bisa dikatakan cukup tinggi.
“Saya sarankan minimal menanam dua pohon cabai saja di masing-masing rumah dan saya rasa sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan cabai dalam sebuah keluarga,” Ujarnya menambahkan.
Dirinya berpendapat, melambungnya harga cabai merah ini dikarenakan, pada saat musim hujan seperti ini, budidaya cabai terbilang cukup sulit, karena di serang berbagai penyakit.
Selain itu pertumbuhan cabe juga tidak maksimal. Pada dasarnya, lanjutnya, menanam cabai tidak memerlukan air yang terlalu banyak. Dengan kondisi cuaca yang kita alami saat ini tentunya budi daya cabai menjadi tantangan tersendiri.
Heri juga mengungkapkan, untuk menanam cabai sendiri sebenarnya cukup sederhana, yakni cukup siapkan pot dan menanam cabai pun terbilang cukup mudah perawatannya. Hanya saja perlu memperhatikan kondisi kandungan airnya saja.
“Pemerintah Kota Palangka Raya sudah banyak membantu petani-petani baik dari petani padi, buah-buahan maupun petani sayuran, seperti petani cabai, namun sekali lagi karena faktor cuaca lah petani cabai mengalami kendala,” Tutupnya. (YS)
TONTON JUGA BERITA VISUALNYA di
KALTENGNEWS TV