FOTO: Ketua Badan Kehormatan yang juga selaku Anggota Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, HM. Khemal Nasery.

Keberadaan Anak Punk Jadi Sorotan Legislator Kota Palangka Raya

Kaltengnews.co.id, PALANGKA RAYA – Keberadaan anak punk yang kerap ditemui di sejumlah tempat umum dan ruas jalan Kota Palangka Raya, nampaknya menjadi sorotan anggota Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, HM Khemal Nasery.

Menurut HM Khemal menyarankan, kepada pemerintah Kota Palangka Raya, melalui instansi terkaitnya agar bisa menertibkan keberadaan anak-anak punk, yang berkeliaran di sejumlah tempat dan ruas jalan Kota Palangka Raya.

“Aktivitas mereka saat ini terlihat bebas. Hal ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, saya mendorong instansi terkait Pemko untuk dapat segera menindaklanjutinya,” Ucap HM Khemal, Rabu (23/12/2020).

Lebih Lanjut, Dirinya mengatakan, jika tidak dilakukan penindakan, mereka akan semakin bebas melakukan aktivitasnya.

“Maaf, yang menjadi kekhawatiran saya nantinya, bisa saja anak-anak akan mencontoh penampilan mereka, anting disana-sini, rambut tidak beraturan, baju dan celana ada yang sobek, bahkan kebanyakan ketika saya tanya, ada yang tidak mandi dalam waktu yang cukup lama,” Bebernya.

Sambung HM Khemal, bayangkan jika anak-anak punk ini memasuki area rumah makan dengan kondisi penampilan yang seperti itu sambungnya, bukan hanya pelanggan yang terganggu, bahkan pemilik rumah makan pun akan dirugikan. Hal ini Dikatakannya, juga harus menjadi perhatian pemerintah setempat.

“Penegakan terhadap gelandangan, pengemis, tuna susila, dan anak jalanan bahkan sudah ditetapkan didalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2012. Lakukan penertiban, setelah didata beri pembinaan, jika masih mengulangi, jangan segan-segan beri sanksi sesuai aturan yang berlaku,” Cetus Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) tersebut.

Lebih lanjut kembali diterangkan Khemal, saat ini pesebaran pandemi Covid-19 semakin menjadi, anak-anak punk ini apakah tidak menjadi salah satu bagian dari orang yang terkomfirmasi Covid-19? Semua tidak mengetahuinya, karena mereka banyak berasal dari luar Kota Palangka Raya.

“Yang saya khawatirkan, anak-anak punk ini membawa virus dari luar ke Kota Palangka Raya. Mereka sangat jarang terlihat mengenakan masker, itupun jika ada penegakan pelanggar protokol kesehatan baru akan mereka kenakan,” Pungkasnya. (YS)

TONTON JUGA BERITA VISUALNYA di
KALTENGNEWS TV

0 Reviews

Write a Review

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!