TAMIANG LAYANG – BUMDes Unru Nyingkai di Desa Danau, Kecamatan Awang, Barito Timur, memanen ikan nila pada Kamis, 2 September 2026. Hasil budidaya itu dinilai menunjukkan bahwa usaha desa bisa menjadi salah satu penggerak ekonomi sekaligus ketahanan pangan.
Bupati Barito Timur M Yamin menilai pengelolaan usaha BUMDes harus dilakukan secara berkelanjutan agar manfaat ekonominya dirasakan masyarakat.
“Saya ingin pengelolaan usaha BUMDes dilakukan secara serius dan berkelanjutan,” kata Yamin usai panen.
Pembinaan pemerintah tidak hanya mencakup perikanan. Dinas juga mendorong pengembangan sektor peternakan sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan.
“Kami selalu siap dan terus berupaya melakukan pembinaan bagi seluruh masyarakat yang berminat mengembangkan usaha secara mandiri,” ujarnya.
Bupati berharap keberhasilan BUMDes Unru Nyingkai dapat ditiru oleh desa lain. Model usaha desa dianggap penting karena membuka ruang bagi masyarakat untuk menghasilkan pendapatan dari potensi lokal.
Perkembangan tersebut juga berlangsung ketika sejumlah wilayah Kalteng menghadapi tekanan ekonomi akibat kemarau. Pemerintah daerah karena itu dituntut tidak hanya menjaga pasokan pangan, tetapi juga memperkuat basis ekonomi masyarakat desa.
Budidaya ikan nila tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan pendapatan. Pemerintah daerah melihatnya sebagai bagian dari penguatan usaha produktif masyarakat di tingkat desa.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Barito Timur Abianhin menyambut pengembangan usaha tersebut dan menyatakan pemerintah akan memberikan pembinaan.
“Kami sangat menyambut baik dan mengapresiasi usaha yang dilakukan oleh BUMDes Unru Nyingkai Desa Danau,” kata Abianhin.
Panen ikan nila di Desa Danau menjadi salah satu contoh bagaimana badan usaha desa dapat diarahkan bukan sekadar mengejar omzet, tetapi juga mendukung produksi pangan lokal.(TY/*)

Komentar