BUNTOK – KALTENGNEWS.CO.ID – Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Barito Timur, Barito Selatan dan Barito Utara masih membutuhkan kewaspadaan tinggi di tenggah puncak musim kemarau.
Kondisi ini mendorong semua pihak untuk turut serta memperkuat penanganan Karhutla, termasuk tim Emergency Respon Group (ERG) PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU) dan Mitra Kerja/Kontraktor yang turun langsung membantu pemadaman api.
Dalam sepekan sepekan terakhir, tim ERG PT MUTU dan mitra kerja turut bergerak membantu pemadaman kebakaran lahan di sejumlah Lokasi yang berada diwilayah operasional Perusahaan seperti di Km 10-11 (area Desa Malitin), KM 45, km 46, 47, dan 48 Desa Ugang Sayu, area Swalang, Desa Bipak Kali dan Desa Bintang Ara
Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA). Selain itu, ada beberapa dari tim ERG yang keluar untuk membantu MPA Desa Ugang Sayu, Desa Palu Rejo, Desa Malitin, dan MPA Kecamatan Karau Kuala.
Kepala Teknik Tambang (KTT) PT MUTU, Ari Tri Atmoko mengatakan, respon cepat ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga keselamatan masyarakat, lingkungan, serta memastikan fasilitas operasi tetap aman dari ancaman kebakaran.
“Kami terus meningkatkan kesiapsiagaan guna menghadapi kondisi kemarau dan potensi kebakaran lahan. Ketika ada laporan maupun ditemukan titik api di sekitar wilayah operasional perusshaan, kami langsung melakukan pengecekan dan berkoordinasi untuk membantu proses pemadaman agar api tidak meluas dan membahayakan masyarakat,” terangnya.
Selain ikut turun memadamkan api, beber Ari lagi, anak perusahaan Petrindo Jaya Kreasi ini, juga memberikan bantuan berupa air bersih, masker, sembako dan peralatan pemadam api kepada masyarakat yang terdampak kekeringan dan kabut asap akibat Karhutla.
Bantuan ini, terang dia, adalah bagian dari program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) atay Corporate Sosial Responcibility (CSR) yang sengaja disalurkan perusahaan untuk membantu masyarakat.
“Kami juga sudah menyiapkan dan menyalurkan bantuan PPM untuk bencana kekeringan dan Karhutla ini, seperti bantuan air bersih ke Desa Ugang Sayu, bantuan masker untuk warga yang ada di Desa Ring 1, terutama diperuntukan kepada siswa SD dan para lansia. Ada juga bantuan sembako dan bantuan sarana MPA yang saat ini masih bertahap kami salurkan,” beber Ari.

Foto : Selain ikut memadamkan api Karhutla, PT MUTU juga menyalurkan sejumlah bantuam CSR kepada masyarakat terdampak kabut asap dan bencana kekeringan.
Kebakaran yang ditangani umumnya terjadi pada lahan semak belukar dan kebun. Sejumlah titik api bahkan berada pada fasilitas operasional perusahaan, sehingga membutuhkan respon cepat untuk mencegah api yang menimbulkan risiko yang lebih besar.
Hal senada juga disampaikan oleh Division Head External PT MUTU, Arif Bunyamin menegaskan, penanganan Karhutla dan pemberian bantuan ini tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Kolaborasi dan sinergi antara perusahaan, pemerintah, aparat dan masyarakat sangat penting untuk mempercepat deteksi serta mencegah dampak dan bekerkembangnya bencana yang semakin meluas.
“Karhutla merupakan tantangan bersama, kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan titik api di area Perusahaan, semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula penanganan dapat dilakukan. Kami juga terus berkoordinasi dengan stakeholder lainnya, jika ada Kebakaran diluar operasional kami,” terangnya.
“Dengan kesiapsiagaan personil, patroli dan bantuan CSR untuk wilayah kekeringan dan terdampak Karhutla, PT MUTU memastikan dukungan terhadap upaya penanganan karhutla dapat terus dilakukan dengan cepat, tepat dan terukur, terkhusus di area perusahaan,” tandas Abun.

Komentar