Terkait Kendala Program PSR, Inilah Yang Disarankan Legislator Kalteng

 Terkait Kendala Program PSR, Inilah Yang Disarankan Legislator Kalteng

FOTO : Anggota DPRD Kalteng, Fajar Hariady.

Kaltengnews.co.id – PALANGKA RAYA – Kalangan DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyarankan kepada pemerintah agar dapat mempermudah persyaratan untuk mengikuti program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) bagi masyarakat. Pasalnya ada satu syarat yang ditetapkan menjadikan kendala bagi masyarakat di Kalteng untuk mendapatkan program tersebut. Hal tersebut diutarakan oleh Anggota DPRD Kalteng, Fajar Hariady.

“Program PSR yang sudah lama berjalan itu realisasinya di Kalteng, masih sangat rendah diserap masyarakat. Ada beberapa syarat yang menjadi kendala yang dialami masyarakat untuk mengikuti program tersebut. Sehingga, ada banyak masyarakat yang memiliki perkebunan sawit tidak dapat berpartisipasi,” ucapnya, Senin (07/03/2022)..

Lanjut kader Partai PKB Kalteng ini juga mengatakan bahwa saat ini agar bisa mengikuti program itu lahan harus berstatus area penggunaan lain atau APL.

“Nah, disinilah kendala yang dihadapi kebanyakan masyarakat, sebab banyak wilayah atau lahan masyarakat yang tidak memenuhi syarat itu,” bebernya.

Lebih dalam, dirinya juga menuturkan bahwa hingga saat ini animo masyarakat tergolong sangat tinggi untuk mengikuti program tersebut. Akan tetapi masih terganjal persyaratan yang mengharuskan lahan harus berstatus APL.

“Harapan kita ada dispensasi dari pemangku kepentingan dalam hal ini BPDP serta Kementerian Pertanian agar maayarakat yang ingin berpartisipasi dalam program tersebut bisa menggunakan lahan masyarakat minimal berstatus HPK yang berada di seputaran desa,” harapnya.

Menurutnya, jika persyaratan itu masih dipertahankan maka masyarakat yang notabene petani sawit mandiri tidak bisa mengikuti program tersebut.

“Jadi harus ada solusi atau kebijakan yang memudahkan masyarakat agar realisasi program tersebut bisa semakin tinggi,” imbuhnya.

Sebelumnya, pemerintah pusat dari tahun 2020-2022 menargetkan program PSR bisa terealisasi sebesar 540 ribu hektare yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, diantaranya wilayah Sumatera 397.200 hektar, Jawa 6.000 hektar, Kalimantan 86.300 hektare, Sulawesi 44.500 hektar, dan Papua 600 hektar.

Target pemerintah dalam Program PSR pada tahun 2021 yakni seluas 180.000 hektare dan dapat didukung dengan pembiayaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit sebesar Rp 30 juta hektar per kebun, dengan maksimal lahan seluas 4 (empat) hektar per kebun. (YS)

TONTON JUGA BERITA VISUAL LAINNYA di 

KALTENGNEWS TV 

Yundhy Satrya ^ Kaltengnews.co.id

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *